Sukses

Anoreksia Nervosa Memiliki Tingkat Kematian Tinggi

Anoreksia nervosa adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan...

KlikDokter.com – Anoreksia nervosa adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Seorang penderita anoreksia nervosa disebut sebagai anoreksik.

Menurut penelitian yang dilaporkan di Archives of General Psychiatry, Juli kemarin. Orang yang memiliki gangguan makan akan berakibat pada tingkat kematian yang tinggi, terutama mereka dengan anoreksia nervosa atau anoreksik. Tingkat gangguan yang berhubungan dengan makan akan terfokus kematian pada penderita anoreksik.

Jon Arcelus, LMS, M.Sc., MRCPsych., Ph.D., dari Leicester General Hospital di Inggris, menganalisis terkait dengan tingkat gangguan makan yang mengakibatkan kematian. Para peneliti memeriksa 36 studi tentang gangguan makanan yang mengakibatkan kematian dan hasilnya hampir semua penyebabnya adalah anoreksia nervosa. Penelitian yang melibatkan 17.272 pasien yang mengalami gangguan makanan, dan total 755 pasien mengalami kematian cepat dan tinggi.

Peneliti mengakui, bahwa beberapa kematian dalam studinya karena faktor dari gangguan makan. Namun, mereka menemukan bahwa angka kematian pada gangguan makan terutama anoreksia nervosa lebih tinggi daripada beberapa gangguan jiwa lainnya, seperti skizofrenia dan depresi.

Jon menambahkan, “faktor dari gangguan makan bisa karena faktor biologis, sosial dan psikologis seseorang yang mengakibatkan anoreksia nervosa serta berakhir pada kematian,” ujarnya.

Lanjutnya, gangguan makan juga disebabkan oleh masalah fisik. Perubahan hormonal yang mengendalikan masalah mood, selera makan, pikiran dan memori diduga berperan penting atas terjadinya gangguan makan. Penderita anoreksia nervosa sering berasal dari keluarga yang salah satu anggotanya juga menderita anoreksia nervosa, sehingga faktor genetik juga berperan penting.[](SN

0 Komentar

Belum ada komentar