Sukses

Ngorok Menurunkan Produktivitas Kerja

Seluruh perusahaan di dunia kini memiliki isu baru yang mengancaman penurunan profit tahunannya. Isu bermuara pada sektor penurunan produktivitas...

Jakarta, Klikdokter.com – Seluruh perusahaan di dunia kini memiliki isu baru yang mengancaman penurunan profit tahunannya. Isu bermuara pada sektor penurunan produktivitas kinerja karyawan yang diakibatkan gangguan pola tidur oleh pernapasan (sleep apnea).

Hal ini mengemuka pada sebuah presentasi dari program SLEEP 2011, 25thAnnual Meeting of the Associated Professional Sleep Societies, LLC (APSS) yang dilangsungkan di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Senin (13/06) lalu. Dimana para penelitian menyarankan kepada perusahaan-perusahaan besar agar bisa menyelamatkan jutaan dolar dalam hal produktivitas yang hilang dengan memperhatikan karyawan yang memiliki risiko terkena sleep apnea.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perusahaan besar di Florida bisa menghemat sekitar 136 juta dolar dalam produktivitas kerja karyawan. Lebih dari 10 tahun penelitian menyarankan, agar karyawan berisiko sleep apnea untuk mengambil langkah pengobatan dengan Continuous Positive Airway Pressure (SPAP) terapi.

Menurut Dr. Clelia Lima, seorang perawat keluarga praktisi di Universitas Nursing Central Florida di Orlando, bahwa definisi kinerja seperti sering mengantuk yang berlebihan, cepat marah, kurang konsentrasi dan vitalitas berkurang disebabkan oleh sleep apnea.

“Kinerja kerja dapat mengalami penurunan sebesar 30 persen karena tidur yang tidak berkualitas dan selalu berulang, ini merupakan karakteristik sleep apnea,” ujarnya. Studi ini menemukan bahwa 608 karyawan perusahaan setengah baya, pria obesitas yang berisiko tinggi sleep apnea untuk melakukan terapi.

Lanjutnya, perusahaan bisa menjadi lebih proaktif dalam penyaringan dan memperlakukan karyawan mereka terhadap sleep apnea untuk terapi SPAP, karena diprediksi memiliki manfaat kesehatan dan finansial yang lebih baik.

Menurut American Academy of Sleep Medicine, diperkirakan bahwa sekitar 80-90 persen orang dewasa dengan pengidap Sleep Apnea tidak terdiagnosis. Sleep Apnea adalah gangguan tidur yang berhubungan pada pernafasan serta menghentikan aliran udara, dalam istilah awam indikasi yang jelas seperti halnya mengorok.

Sleep apnea terjadi ketika otot-otot rileks saat tidur, menyebabkan jaringan lunak di bagian belakang tenggorokan runtuh dan menutup saluran udara bagian atas. Hal ini menyebabkan pengurangan mendadak oksigen darah yang mengalir ke otak. Kebanyakan orang dengan sleep apnea mendengkur keras dan sering mengalami kantuk berat yang berlebih di siang hari.Cara yang tepat bagi pengidap sleep apnea adalah dengan cara CPAP terapi, yang memberikan aliran udara melalui masker yang dipakai selama tidur. Aliran udara ini menjaga jalannya nafas untuk mendapatkan kadar oksigen normal.[](SN/DA)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar