Sukses

APMB Pastikan Produk Susunya Aman

Adanya kabar tentang beredarnya susu formula yang berbakteri Enterobacter Sakazakii di Indonesia memang membuat masyarakat resah, terutama para ibu...

Adanya kabar tentang beredarnya susu formula yang berbakteri Enterobacter Sakazakii di Indonesia memang membuat masyarakat resah, terutama para ibu yang memiliki balita yang mengonsumsi susu formula. Hal ini pun dirasakan oleh David Tobing, pengacara publik yang mempunyai dua balita yang juga mengonsumsi susu formula. Hingga kini, David masih menunggu Menteri Kesehatan (Menkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengumumkan nama-nama produsen susu formula yang mengandung Enterobacter Sakazakii. Namun, untuk mengatasi keresahan masyarakat, Asosiasi Produsen Makanan Bayi (APMB) bisa memastikan hingga saat ini, produk susu yang bernaung di bawah mereka terbebas dari bakteri yang membahayakan manusia.

Public Relation APMB, Yenny Fatmawati memastikan, bahwa berbagai merek susu yang diproduksi perusahannya telah melalui proses standar mutu yang sangat ketat sesuai aturan pemerintah dan BPOM. Jadi, produk mereka yang saat ini beredar di masyarakat memang aman untuk dikonsumsi oleh bayi. Bagi APMB, keamanan makanan dan higienitas merupakan faktor yang utama dalam produksi makanan bayi.

Meski riset tentang adanya berbakteri Enterobacter Sakazakii dalam susu formula yang beredar di Indonesia telah dilakukan oleh IPB beberapa tahun lalu, tapi pihak APMB mengaku tidak tahu-menahu tentang nama-nama dari merek susu tersebut. Walaupun pihak APMB bukan pihak yang berperkara, tapi pihaknya akan merespon positif setiap perkembangan yang ada.

Diharapkan dengan adanya pengumuman dari APMB ini, masyarakat tidak terlalu resah dan tidak terlalu paranoid terhadap pengonsumsian susu formula. Tetap utamakan ASI minimum selama 6 bulan setelah kelahiran, dan jika kondisi Ibu tidak memungkinkan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya, diperlukan alternatif pendamping ASI (PASI) yang dapat memenuhi kebutuhan bayi sesuai usianya. Berkonsultasilah kepada dokter atau ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya untuk pemberian susu formula bayi.[] (JRA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar