Sukses

Propofol Pembawa Maut

Seringkali obat ini disalahgunakan untuk penggunaan non-medis untuk keperluan rekreasional. Obat ini digunakan dengan harapan...

Oleh: dr. Jessica Florencia

Untuk berbagai alasan rekreasional, seringkali banyak terjadi penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Sebutlah peristiwa di mana dokter pribadi Michael Jackson memberikan campuran beberapa obat penenang kepada penyanyi kondang ini. Disebutkan juga bahwa pemberian obat oleh dokter bersangkutan karena desakan dari sang Raja Pop itu untuk menenangkan dirinya. Salah satu campuran yang terdapat di dalamnya adalah propofol.

Propofol merupakan salah satu obat yang berfungsi hipnosis yang harus diberikan melalui jalur intravena dan memiliki masa kerja singkat. Dalam dunia medis seringkali digunakan untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum, sedasi untuk pasien dengan ventilasi mekanik dan sedasi secara umum untuk prosedur medis.

Propofol merupakan obat yang dapat mengurangi anxietas dan tegangan, dan memicu relaksasi dan tidur atau kehilangan kesadaran. Karena itulah, pemberian propofol harus diberikan hanya oleh ahli medis terlatih dan dengan fasilitas monitoring yang memadai untuk memantau jalan napas, tekanan darah dan irama jantung. Hal ini disebabkan karena propofol dapat menyebabkan apnea (henti napas) sementara dan vasodilatasi yang menyebabkan turunnya tekanan darah.

Seringkali obat ini disalahgunakan untuk penggunaan non-medis untuk keperluan rekreasional. Obat ini digunakan dengan harapan mendapatkan efek euforia ringan dan halusinasi dalam waktu singkat seperti penggunaan obat-obatan adiktif lainnya.

Propofol merupakan salah satu saja dari beberapa obat lain yang sering disalahgunakan untuk mendapatkan efek rekreasional (perasaan tenang, melayang, euforia, dan yang serupa). Obat-obatan lain yang sering juga dialahgunakan dan dapat memberikan efek adiksi adalah diazepam, alprazolam, lorazepam. Yang membahayakan adalah ketika menggunakan obat-obat bersangkutan, pengguna akan merasakan kebutuhan untuk terus menerus meningkatkan dosis untuk mendapatkan efek yang semakin diinginkan karena sel-sel saraf dalam tubuh akan terus membutuhkan dosis yang kian meningkat. Hal ini seringkali menyebabkan pengguna jatuh dalam kondisi overdosis dan mengakibatkan kematian. Padahal, terdapat dosis maksimal untuk penggunaan obat-obat tersebut sekaligus harus adanya kontrol terhadap kejadian efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk itu, hindarilah penggunaan obat-obatan tanpa resep atau pemantauan dokter dan bagi para dokter agar tetap berpegang pada peresepan obat yang berdasar pada kebutuhan pasien bukan pada keinginan pasien.[](JF)

    1 Komentar

    • Aghad

      Saya setuju, saya pernah mendapat induksi propofol ketika operasi cedera bahu saat hiking di Gunung Lawu. Propofol, sekalipun saat disuntikkan iv terasa nyeri (kemeng), tapi segera membuat saya terlelap. Dipasang MINAR (Minimally Invasive Acrom-Clav joint Reconstruction) pd bahu saya.