Sukses

Hipoglikemia dan Pencegahannya

Glukosa darah (gula darah) yang rendah dikenal sebagai hipoglikemia (glukosa darah < 60 mg/dl). Penyebab dari hipoglikemia adalah apabila anda

Glukosa darah (gula darah) yang rendah dikenal sebagai hipoglikemia (glukosa darah < 60 mg/dl). Penyebab dari hipoglikemia adalah apabila anda mengkonsumsi obat penurun gula darah golongan sulfonilurea atau menggunakan insulin dan kemudian melakukan salah satu aktivitas di bawah ini :
  • Terlambat makan atau tidak makan
  • Makan dengan karbohidrat (roti, nasi, kentang) yang kurang
  • Latihan jasmani yang terlalu keras dan terlalu lama
  • Dalam keadaan sakit
  • Minum alkohol saat perut kosong
  • Dosis obat ataupun insulin terlalu banyak

Gejalanya?
  • Gelisah dan gemetar
  • Mual
  • Lapar
  • Berkeringat
  • Cemas dan bingung
  • Mata kabur, sulit bicara
  • Lemah, mengantuk, sulit berpikir
  • Penurunan kesadaran, kejang, koma, dan hipotermia (suhu badan rendah) pada hipoglikemia berat


Sumber : www.diabetescaregroup.info

 

Penanganan?

  • Makan dan minum sesuatu yang mengandung paling sedikit 15 g karbohidrat, diantaranya :
    • Teh manis dengan 2 sendok makan gula pasir (bukan gula diet)
    • 3-4 buah permen yang terbuat dari gula
    • 3 buah krekers
    • ½ gelas jus buah
  • Bila waktu makan masih lebih dari 1 jam lagi, makanlah cemilan yang mengandung karbohidrat dan protein seperti 2 lembar roti dan keju atau 1 gelas susu khusus diabetes
  • Lakukan pemeriksaan glukosa darah bila anda memiliki alat pengukur glukosa darah


Pencegahan?

  • Ikuti pola makan sesuai dengan diet diabetes yang sudah direncanakan sebelumnya
  • Konsumsi obat sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan
  • Konsultasikan pada dokter apabila terdapat peningkatan aktivitas sehari-hari atau bepergian jauh
  • Hindari minum-minuman keras dengan perut kosong

Orang lanjut usia akan lebih mudah mengalami hipoglikemia bila tidak makan atau bila fungsi hati dan ginjal terganggu. Bila terjadi hipoglikemia, hentikan sementara pemakaian obat ataupun insulin anda, dan selanjutnya konsultasikan ke dokter anda.

    0 Komentar

    Belum ada komentar