Sukses

Retinoblastoma Timbulkan Kebutaan Permanen Pada Anak

Waspadai bila mata anak anda berwarna putih, merah muda atau kuning keruh pada daerah tengah mata (pupil), karena gejala tersebut bisa jadi gejala awal dari timbulnya Retinoblastoma.

oleh : Dr. Armanto Sidohutomo, SpM - RS. Mata Undaan - Surabaya

Sumber : kiatsehat.com - Surabaya

Waspadai bila mata anak anda berwarna putih, merah muda atau kuning keruh pada daerah tengah mata (pupil), karena gejala tersebut bisa jadi gejala awal dari timbulnya Retinoblastoma. adalah tumor ganas retina atau syaraf mata yang paling sering terjadi pada masa anak-anak, dan terbanyak mengakibatkan kebutaan sampai dengan kematian. Penyakit ini menyerang pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun, namun pada beberapa kasus dapat dijumpai hingga usia 7 tahun.

Penyakit ini sebagian disebabkan oleh keturunan atau faktor genetik. Faktor yang lainnya adalah akibat terjadinya mutasi pada salah satu kromosom atau pembawa sifat yang berakibat berubahnya perangai dan pertumbuhan jaringan retina tubuh kita menjadi tidak terkendali dan membesar, menyebar serta merusak jaringan tubuh lain disekitarnya. Beberapa gejala sering ditemukan pada anak-anak. Sering pasien datang dengan keluhan mata anaknya berwarna putih, merah muda atau kuning keruh pada daerah tengah mata (pupil), ini terdapat pada 90% kasus yang sebenarnya sudah pada stadium cukup lambat. Gejala lain adalah Strabismus atau juling, terdapat pada 35% kasus, perdarahan di bilik mata depan, rematik mata berulang dan penglihatan yang menurun dibandingkan mata yang lain, serta pembesaran mata sehingga menonjol.

Penyakit ini biasanya hanya menyerang pada satu mata saja, tapi ada juga yang menyerang kedua mata secara bersamaan. Keadaan ini mengerikan, karena prognosa atau angka kesembuhannya sangat kecil, kalaupun sembuh biasanya akan menimbulkan kecacatan atau kebutaan permanen pada mata yang terkena. Prinsip sebenarnya adalah membuang tumor yang sudah berada didalam maupun diluar mata secara keseluruhan. Ini dilakukan dengan cara operasi bius umum untuk mengambil bola mata yang mengandung tumor tersebut (Enukleasi). Tindakan lainnya yakni dengan mengambil jaringan lain yang sudah terkena. Kadang-kadang sampai seluruh jaringan di rongga mata harus diambil (Eksenterasi atau Amputasi). Selanjutnya mencegah pertumbuhan kembali sel tumor ganas ini dengan pemberian kemoterapi maupun radioterapi (terapi sinar).

Penyebaran Retinoblastoma

Pada awalnya ia tumbuh dari retina atau syaraf mata dan membesar di dalam bola mata sampai penuh. Selanjutnya menyebar keluar mata secara mekanik maupun diikuti kelenjar getah bening ke rongga mata atau orbita dengan menunjukkan gejala pembesaran dan penonjolan. Bila tidak dilakukan tindakan secepatnya ia akan menyebar kedalam rongga otak melalui terowongan syaraf mata dan merusak rongga otak, atau menyebar melalui kelenjar getah bening ke paru-paru, sumsum tulang belakang, ginjal, hati, limpa, dll.

Bila penyakit ini telah menyebar hingga rongga otak atau ke jaringan tubuh lainnya, maka tindakan yang dilakukan adalah pengobatan paliatif atau pengobatan yang bersifat hanya mengurangi keluhan, tanpa bisa menyembuhkan. Hal yang sering terjadi justru tidak dilakukan operasi kalau sudah menyebar atau (metastase) keluar rongga orbita, karena sebenarnya tidak terlalu banyak yang bisa diharapkan kalau sudah menyebar. Tetapi kalau dibiarkan tumor ini akan sangat mengerikan, karena membesar, membusuk, sering mengeluarkan cairan sampai darah dan menimbulkan nyeri hebat pada penderitanya sehingga penderita sangat tersiksa akibat kondisi ini. Pada fase ini dokter akan  membicarakan panjang lebar teantang kondisi dan alternatif penanganan pada keluarga, tentunya keluargalah yang paling berkompeten menentukan pengobatan penderita.

Pengangkatan bola mata akan mengakibatkan rongga orbita menjadi kempes, sehingga setelah operasi dan terapi sinar, dilanjutkan dengan pemasangan protesa atau mata palsu pada penderita, bentuknya seperti lempengan dengan gambar  bola mata, sebagai pengganti volume dan setiap 6 bulan akan diganti dengan protesa yang lebih besar, karena si anak tentunya  akan membesar juga. Kalau pada pengangkatan rongga orbita kita akan menunggu sampai tumbuh jaringan pengganti barulah dilakukan operasi kedua untuk menutup dengan kulit dan dipasang mata palsu.

Setelah operasi kemungkinan untuk tumbuh kembali sekitar 30-50%, karena sel tumor ini sangat kecil sulit terlihat dengan mata telanjang demikian juga penyebarannya tidak kasat mata, ini menyulitkan operator saat melakukan pengangkatan menentukan seberapa luas yang harus dibuang, tentunya kita berusaha sebaik mungkin walaupun hasil akhir tetap ditentukan Tuhan. Tumor ini memang ada yang dapat sembuh terutama kalau ditemukan saat masih dini, ukurannya kurang dari 0,3 cm tidak perlu dilakukan pembuangan bola mata, cukup dengan sinar laser disekitar tumor dan cryo atau membekukan tumor.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar