Sukses

Peningkatan Tekanan Darah Akibat Bertemu Dokter

Pekerjaan seorang dokter identik dengan tindakan menyuntik, menjahit luka, melakukan tindakan operasi, dan berbagai tindakan lainnya yang ditakutkan kebanyakan orang

Oleh : dr. Dissy Pramudita

Klikdokter.com - Pekerjaan seorang dokter identik dengan tindakan menyuntik, menjahit luka, melakukan tindakan operasi, dan berbagai tindakan lainnya yang ditakutkan kebanyakan orang. Dimana untuk beberapa orang pekerjaan demikian lumayan membuat bulu kuduk bergidik.

Belum lagi anggapan umum yang tidak menyenangkan mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan oleh dokter seringkali membuat pasien merasa takut dan enggan untuk datang berobat ke dokter. Hal ini agaknya semakin menambah daftar faktor orang malas pergi ke dokter.

Pada bayi dan anak-anak yang merasa takut untuk berhadapan dengan dokter, mereka akan memperlihatkan ketakutannya secara langsung dengan menangis saat melihat dokter berjas putih datang menghampirinya.

Namun, apa yang terjadi pada orang yang lebih dewasa saat dirinya merasa takut untuk berhadapan dengan dokter? Rasa takut dan cemas yang diam-diam disembunyikan oleh pasien saat berhadapan dengan dokter ternyata mampu menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah pada diri pasien, yang dikenal dengan istilah “white coat hypertension.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh para peneliti dari Australia yang melakukan penelitian terhadap 8500 pasien yang diukur tekanan darahnya di 11 klinik di Australia. Mereka membandingkan hasil pengukuran tekanan darah yang dilakukan menggunakan pengukur tekanan darah digital yang dipasang sepanjang hari dibandingkan dengan hasil pengukuran tekanan darah oleh dokter dan tim paramedis lainnya di klinik.

Dari hasil perbandingan tersebut didapatkan adanya perbedaan sebesar 29 unit lebih tinggi jika pengukuran dilakukan oleh dokter dan 17 unit lebih tinggi jika pengukuran dilakukan oleh perawat. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh jenis kelamin dan usia pasien.

Sebenarnya pengaruh dokter dalam menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah sudah diketahui sejak dahulu, namun penelitian ini memperlihatkan betapa besarnya perbedaan yang dihasilkan antara pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan pengukur tekanan darah digital dan dengan menggunakan dokter.

Pengaruh dokter dalam menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah terlihat lebih besar pada seseorang yang sudah memiliki tekanan darah yang tinggi sebelumnya. Semakin dekat tekanan darah pasien dengan nilai normal, semakin kecil perbedaan hasil pengukuran oleh dokter ataupun oleh pengukur tekanan darah digital.

Telah dituliskan dalam British Medical Journal, tim peneliti mengungkapkan bahwa penggunaan alat pengukur tekanan darah digital yang dipasang selama 24 jam merupakan suatu cara pengukuran tekanan darah yang lebih baik dan akurat karena dengan menggunakan alat tersebut peningkatan tekanan darah yang terjadi saat dilakukan pengukuran oleh dokter dapat dihindari.

Jika di pelayanan kesehatan primer tidak memiliki pengukur tekanan darah digital yang dapat digunakan oleh pasien selama 24 jam, maka dianjurkan untuk dilakukan pengukuran ulang oleh perawat atau oleh keluarga pasien sehingga hasil pengukuran tekanan darah yang didapatkan akan mendekati nilai akurat jika dibandingkan satu kali pengukuran hanya oleh dokter.

Hal tersebut diduga akan mampu menurunkan jumlah penderita hipertensi yang overdiagnosis yang selanjutnya juga akan menurunkan jumlah pengobatan yang sebenarnya tidak perlu atau penggantian terapi yang sebenarnya tidak perlu.[](DP)

    0 Komentar

    Belum ada komentar