Sukses

Asi Mencegah Obesitas Pada Bayi

Masih segar dalam ingatan bersama, betapa kita dikejutkan oleh kisah Supardi, anak berumur 14 tahun dengan berat badan sebesar 122.5kg di Jawa Barat belum lama lalu. Kecenderungan kondisi obesitas yang ada sebagian besar banyak difaktorutamakan

Oleh : dr. Indiradewi Hastiningsih

Klikdokter.com – Masih segar dalam ingatan bersama, betapa kita dikejutkan oleh kisah Supardi, anak berumur 14 tahun dengan berat badan sebesar 122.5kg di Jawa Barat belum lama lalu. Kecenderungan kondisi obesitas yang ada sebagian besar banyak difaktorutamakan oleh gaya hidup setelah kelainan lainnya.

Terlepas dari isu bocah ‘raksasa’ tersebut, sebuah penelitian yang berdasarkan studi epidemiologi di Amerika, ditemukan bahwa obesitas sering terjadi pada bayi yang diberi susu formula dengan botol. Dikemukakan juga bahwa pemberian susu dengan botol mempunyai kencenderungan ‘mind-set’ bayi harus mengosongkannya isi dari di dalam cairan tersebut, sedangkan pada air susu ibu (ASI) karena tidak tampak apa yang diberikannya, maka pemberian susu tergantung kemampuan bayi. Pola pemberian tersebut juga terpengaruh dengan konsumsi makanan Ibu, karena rasa ASI berbeda-beda tergantung dari makanan Ibu.

Pada bayi menyusui dengan botol, keadaan bayi diarahkan untuk meminum, sedangkan bila dengan ASI bayi berinisiatif mengarahkannya, sehingga bila bayi sudah tidak menginginkannya lagi, biasanya bayi akan mengeluarkan lidahnya untuk mendorong dot atau puting susu Ibu. Sejak lahir bayi mempunyai kemampuan untuk mengatur diri mereka terhadap asupan susu. Dengan mengenali keadaan dan isyarat-isyarat bahasa tubuh sang buah hati, maka sang ibu dapat mengendalikan asupan sehingga tidak terjadi kelebihan asupan yang dapat menyebabkan obesitas.

Jangan terlalu khawatir bahwa bayi Anda akan terbangun karena lapar apabila tidak mendapat makanan penuh. Bayi akan berhenti minum susu apabila dia sudah kenyang dan biasanya hal tersebut terjadi pada akhir minum susu dimana kadar lemak sudah tinggi, maka bayi dengan sendirinya berhenti menyusui. Namun kebiasaan menyusui sendiri perlu diwaspadai serta perlu dibatasi jika bayi sudah menginjak usia tahun kedua.  Kondisi psikologis bayi yang berkembang menjadi anak perlu dikendalikan kadar kemanjaannya.

Manfaat Air Susu Ibu
Sudah hampir tidak ada lagi yang mempertanyakan mengapa ASI lebih baik dibandingkan susu formula bayi.

Namun pada kenyataannya, masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya pemberian ASI kepada bayinya. Tak ayal lagi, tidak sedikit bayi manusia yang diberi susu sapi memiliki kecenderungan mudah jatuh sakit. Sudah barang tentu hal ini disebabkan karena proporsi zat gizinya yang salah.

Air susu manusia ialah makanan yang paling sempurna bagi bayi manusia, sementara susu sapi adalah makanan yang sempurna bagi bayi sapi. Untuk menjadikan susu sapi aman dan bisa diberikan kepada bayi manusia, susu sapi tersebut haruslah menjalani beberapa tahapan proses untuk merubah kandungan lemak, protein, zat besi dan garam. Hasil dari proses bertahap tersebut adalah susu formula bayi. Dengan demikian bayui dapat mencerna formula dengan cukup baik, namun bagaimanapun susu formula tidaklah sesempurna ASI.

ASI memiliki proporsi yang tepat dari kandungan lemak, protein, zat gula dan garam yang dibutuhkan oleh bayi. Disamping itu, masih banyak manfaat lainnya seperti:

Perlindungan Melawan Berbagai Infeksi
ASI mampu membantu melindungi bayi melawan beberapa infeksi umum yang menyebabkan diare dan muntah-muntah, juga infeksi di dalam telinga, hidung, sinus dan paru-paru.

  • Perlindungan Melawan Alergi alergi Makanan

Bersentuhan dengan bahan-bahan penyebab alergi sejak dini adalah salah satu penyebab utama alergi. Banyak bayi mengalami alergi dengan protein di dalam susu formula. Belum pernah ada riwayat adanya alergi bayi kepada ASI.

  • Mengurangi Obesitas

Bayi-bayi yang diberi ASI mungkin memiliki potensi lebih rendah mengalami risiko penyakit-penyakit autoimmune, yang terjadi ketika sistim kekebalan tubuh menyerang tubuh itu sendiri. Diantaranya adalah diabetes yang menyerang pada anak-anak (juvenile-onset diabetes), multiple sclerosis, dan 2 penyakit serius, yakni penyakit Crohn’s dan radang usus besar (ulcerative colitis).

  • Meningkatkan Perkembangan Otak (IQ Lebih Tinggi)

Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi-bayi yang diberi ASI memilki IQ yang lebih tinggi. Pengaruh meningkatnya performa otak akibat ASI mungkin sangat penting bagi bayi-bayi prematur yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah-masalah belajar di kemudian hari.

Manfaat bagi Ibu
Bayi bukanlah satu-satunya yang memperoleh manfaat dari kegiatan menusui. Beberapa keuntungan yang dimiliki ibu dari aktifitas ini yaitu:

  • Mengurangi berat badan

Menyusui memerlukan banyak kalori yang bisa membantu ibu-ibu yang sedang menyusui kembali pada berat badan lebih cepat.

  • Lebih cepat menyusutkan rahim, dengan lebih sedikit pendarahan.

Selama menyusui, otak melepaskan hormon yang disebutkan oxytosin, yang memiliki beberapa pengaruh positif. Oxytosin menyebabkan rahim berkontraksi dan oleh karena itu mengalami lebih sedikit pendarahan saat tubuh ibu memlakukan perbaikan pasca melahirkan.

  • Manfaat Psikologis

Oxytosin juga membawa perasaan-perasaan bahagia dan senang, perasaan-perasaan yang banyak dialami para ibu selama menyusui.

  • Mengurangi Risiko Kanker

Perempuan yang sedang menyusui juga mungkin memperoleh manfaat berkurangnya risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium.[](IND/DA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar