Sukses

Teh Hijau vs Kanker Mulut

Teh Hijau vs Kanker Mulut

Oleh: drg. Martha Mozartha

Klikdokter.com - Sudah sejak lama teh dikenal sebagai minuman yang berkhasiat, kaya akan kandungan polifenol yang berfungsi sebagai  antioksidan.  Dari sejumlah penelitian di lab dan percobaan pada hewan, teh hijau dan ekstraknya telah terbukti dapat mencegah kanker meski buktinya secara klinis masih kurang.  Penelitian klinis semakin banyak dilakukan untuk membuktikan efek anti kanker dari teh hijau, seperti yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Texas M.D.Anderson Cancer Center.

Sebanyak 41 pasien dengan oral leukoplakia dilibatkan dalam penelitian tersebut, di mana mereka diberi ekstrak teh hijau dengan salah satu dosis yaitu 500 mg/m2, 750 mg/m2,  atau 1000 mg/m2 melalui oral selama 3 bulan. Partisipan lain diberi plasebo. Dosis tertinggi yang diberikan dalam penelitian ini setara dengan meminum delapan cangkir teh hijau dalam satu hari.

Oral leukoplakia adalah kondisi mulut yang dapat mengarah kepada keganasan/kanker mulut. Ciri khasnya adalah bercak putih yang mengalami penebalan pada membran mukosa (jaringan lunak) di bagian dalam mulut. Menurut American Cancer Society, kurang dari 50% pasien dengan kanker mulut dapat bertahan selama 5 tahun. Merokok dan banyak minum alkohol adalah faktor resiko yang dapat memicu kanker mulut.

Biopsi dari mulut pasien dibandingkan saat awal penelitian dan setelah 12 bulan. Hasilnya, hampir 60% partisipan yang menerima ekstrak teh hijau dengan dosis tertinggi menunjukkan respon klinis yang positif dibandingkan 37% orang yang menerima dosis terendah  dan 18% orang yang menerima plasebo. Pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini mengalami pertumbuhan sel yang abnormal, namun perkembangannya lebih lambat pada orang yang menerima ekstrak teh hijau.

Menurut sang peneliti, temuan ini belum menjadi bukti definitif bahwa teh hijau dapat mencegah kanker, karena jumlah partisipan terlalu sedikit. Masih dibutuhkan penelitian dengan jumlah partisipan yang lebih besar dan dalam jangka waktu penelitian yang lebih lama untuk mendukung hasil penelitian ini. Meski demikian, bagi Anda yang masih lebih memilih minuman bersoda ketimbang teh hijau, ada baiknya Anda mulai berganti arah ke pola hidup yang lebih sehat.[](MM)
 

    0 Komentar

    Belum ada komentar