Sukses

Terapi Akupuntur Bagi Penderita Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (Impoten) adalah suatu ketidak mampuan seseorang untuk mengalami ereksi atau mempertahankan ereksi sampai ejakulasi untuk memperoleh kepuasan dalam aktivitas seksual. Hal ini biasa terjadi pada orang yang memiliki neurasthenia seksual dan beberapa penyakit kronis.

Oleh : dr. Aldico Sapardan

Disfungsi ereksi (Impoten) adalah suatu ketidak mampuan seseorang untuk mengalami ereksi atau mempertahankan ereksi sampai ejakulasi untuk memperoleh kepuasan dalam aktivitas seksual. Hal ini biasa terjadi pada orang yang memiliki neurasthenia seksual dan beberapa penyakit kronis.

Adapun langkah-langkah yang dapat menyebabkan seorang pria mengalami ereksi adalah:

  • Membangkitkan rangsangan seksual (melalui pandangan, sentuhan, pendengaran, penciuman bahkan pikiran)
  • Respon sistem saraf (rangsangan seksual tersebut membuat sistem saraf untuk meningkatkan aliran darah menuju penis)
  • Pembuluh darah (pembuluh darah penis akan berelaksasi guna meningkatkan aliran darah menuju penis yang akan menyebabkan ereksi).

Apabila salah satu dari langkah-langkah tersebut terganggu, maka ereksi tidak akan terjadi. Faktor Psikogenik merupakan Faktor terbesar penyebab gangguan libido yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap gangguan hubungan seksual. Faktor pencetus sangatlah komplek meliputi antara lain:

  • Masalah dari diri sendiri (Stress akibat Pekerjaan; Stress Sosial; dll)
  • Masalah terhadap pasangan (Komunikasi ; Kejenuhan; dll)
  • Konflik suami/istri (Konflik & Faktor Inter Personal)
  • Trauma psikologis (Masa kecil ; Perasaan berdosa karena selingkuh atau sering melakukan masturbasi; takut terjadi kehamilan; dll)

Stress yang berkepanjangan dapat menimbulkan depresi yang mengakibatkan penurunan gairah seksual. Ganggguan Emosional akibat Konflik Suami/Isteri akan mengakibatkan penurunan keinginan untuk melakukan hubungan seksual kedua belah pihak, dalam hal ini kemungkinan libido masih ada, namun yang terganggu hanya gairah terhadap pasangannya saja, akan tetapi gairah terhadap orang lain tetap ada (Impotensi Relatif).

Dalam dunia pekerjaan, tekanan atau obsesi untuk mencapai target yang harus dicapai dapat pula mencetuskan gangguan psikis yang selanjutnya akan menimbulkan keluhan berupa kelelahan, kejenuhan, kekecewaan yang juga dapat mengakibatkan terganggunya gairah seksual.

Disfungsi ereksi dapat terjadi secara episodik pada pria, untuk mencegah hal itu terjadi dapat dilakukan beberapa hal seperti:

  • Batasi atau menghindari penggunaan alkohol atau obat-obatan serupa
  • Berhenti merokok
  • Olahraga yang cukup
  • Hindari/ kurang stress, rasa cemas dan depresi
  • Istirahat yang cukup
  • Periksa kesehatan secara teratur di dokter

TERAPI SECARA AKUPUNKTUR

Pengobatan yang berasal dari Cina ini, menurutnya, memang bertujuan memperbaiki kesimbangan antara Yin dan Yang yang tengah terganggu. "Yang" merupakan energi positif sedangkan "Yin" adalah energi negatif. Energi positif dan negatif di sini bukan dalam arti baik dan buruk. Yin dan Yang selalu dibutuhkan manusia, untuk itu diperlukan hubungan yang harmonis dan saling berdampingan di antara keduanya.

Pendapat itu adalah filosofi Cina yang meyakini bahwa segala perubahan dalam kehidupan dan alam semesta bersumber dari hubungan antara energi positif dan negatif ini. Alhasil, orang pun akan menderita sakit jika keseimbangan energi positif dan negatifnya terganggu. Akupuntur berdasar kepada teori dari Cina yang mengatakan bahwa terdapat 14 jalur energi utama yang mengalir dari kepala hingga ujung kaki, dan bila terdapat keluhan atau gejala berarti hubungan Yin dan Yang-nya dalam keadaan tidak seimbang pada jalur utama tersebut. Terapi akupuntur adalah tehnik terapi dengan melakukan penusukan jarum halus. Namun hal ini tidak dilakukan secara lokalis ditempat yang sakit, karena jalur energi itu mengalir keseluruh tubuh maka penusukan jarum dilakukan di ekstremitas, abdomen dan punggung untuk mengurangi gejala.

Untuk memperoleh hasil yang Optimal, terapi akupuntur untuk disfungsi ereksi dilakukan secara berkala sebanyak 8 kali dengan jadwal 2 kali seminggu yang selalu harus diikuti dengan evaluasi perkembangannya. Dalam hal ini diperlukan :
  • Kerja sama pasien sangat mutlak diperlukan
  • Understanding / pemahaman terhadap gangguan yang diderita
  • Keterbukaan
  • Ketepatan Diagnosa
  • Tahapan Terapi
Terapi tusuk jarum berfungsi sebagai sarana relaksasi karena akupunktur pada prinsipnya adalah mengembalikan keseimbangan fungsi-fungsi organ tubuh, juga melancarkan peredaran darah. Tehnik penusukan titik Akupunktur di tubuh hendaknya diprogram secara bergantian baik pada penusukan bagian Ventral maupun Dorsal sehingga pasien merasa cukup nyaman dan rileks.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap pasien dan pasangan seksualnya,perubahan aktivitas seksual mereka meningkat dalam waktu 12 minggu. Yaitu 4 minggu sebelum waktu pengobatan, 4 minggu selama masa pengobatan, dan 4 minggu stelah waktu pengobatan. Dalam suatu penelitian yang dilakukan terhadap 16 orang yang mengalami disfungsi ereksi, peningkatan kualitas ereksi terjadi pada 16% penderita disfungsi ereksi setelah diterapi dengan akupuntur, sedangkan 31% melaporkan mengalami peningkatan dalam aktivitas seksualnya.[](AS)

    0 Komentar

    Belum ada komentar