Sukses

Bahaya Konsumsi Harian Aspirin

Konsumsi aspirin dosis rendah secara harian dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung berulang. Namun hal ini justru dapat berisiko

Oleh : dr. Salma Oktaria Klikdokter.com - “Konsumsi aspirin dosis rendah secara harian dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung berulang. Namun hal ini justru dapat berisiko jika digunakan pada orang-orang yang belum pernah mengalami serangan jantung atau stroke”, Drug and Therapeutics Bulletin melaporkan.

Saat ini, sekitar 50 juta penduduk Amerika mengonsumsi aspirin dosis rendah (maksimal sekitar 325 mg per hari) untuk mencegah masalah-masalah jantung dan pembuluh darah. Beberapa di antaranya bahkan tidak memiliki riwayat serangan jantung atau stroke (sebagai tindakan pencegahan primer). Hal ini terkait dengan rekomendasi dari the American Diabetes Association (ADA) yang menyatakan bahwa konsumsi aspirin dosis rendah dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan primer pasien diabetes yang memiliki risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (perlu diketahui bahwa diabetes dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit jantung secara dramatis).

Akan tetapi, beberapa studi terkini menunjukkan sebaliknya. Bukti yang ada belumlah cukup untuk membenarkan konsumsi aspirin sebagai pencegahan primer penyakit jantung. Manfaat dari konsumsi aspirin ini tidaklah terlalu bermakna, dan konsumsinyapun tidak terlepas dari risiko seperti perdarahan saluran cerna (lambung, usus) atau stroke akibat perdarahan sehingga the January 2010 recommendation menganjurkan agar obat ini hanya dikonsumsi oleh mereka yang memiliki risiko tinggi.

Bukti Penelitian Meski aspirin dapat menipiskan darah dan membantu mencegah terjadinya gumpalan, konsumsinya tetap tidak terlepas dari risiko, menurut the U.K. review yang dipimpin oleh beberapa ahli.

Sebagai contoh, dari dua studi besar yang dilakukan pada masing-masing 1,276 dan 2,539 pasien diabetes, dapat disimpulkan bahwa mereka yang mengonsumsi 81-100 milligrams aspirin per hari memiliki risiko terkena serangan jantung atau stroke 4-7 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi aspirin. Akan tetapi, meski telah memiliki salut yang bertujuan mengurangi masalah lambung, mereka yang mengonsumsi aspirin setiap hari tetap memiliki risiko 2 hingga 4 kali lebih besar untuk terkena masalah saluran cerna seperti ulkus (luka lambung) dengan komplikasi, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi aspirin.

Selain itu, meski dapat mencegah terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke pada sekitar 80% orang, aspirin juga dapat menigkatkan risiko terjadinya stroke perdarahan, yang menyebabkan timbulnya perdarahan di otak.

Tanpa bermaksud menakuti, artikel ini dibuat untuk menunjukkan betapa banyaknya orang yang mulai ragu dan merasa bahwa risiko konsumsi aspirin secara harian telah melebihi manfaat yang diharapkan pada mereka yang belum pernah mengalami serangan jantung. Sehingga aspirin hanya dianjurkan apabila konsumsinya dapat mendatangkan manfaat lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin ditimbulkan, yaitu pada mereka yang pernah mengalami serangan jantung, operasi bypass, riwayat penyakit pembuluh darah nadi koroner, atau mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung namun tergolong memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung, yaitu mereka yang memiliki sekelompok faktor risiko penyakit jantung, seperti diabetes, merokok, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Karena sekali Anda memiliki kondisi-kondisi tersebut, maka Anda akan mulai terlihat seperti seseorang yang pernah mengalami serangan jantung.

Intinya diperlukan adanya dialog antara pasien dan praktisi kesehatan mengenai manfaat dan risiko dari konsumsi aspirin. Jadi, jika saat ini Anda telah mengonsumsi aspirin namun tidak termasuk dalam salah satu kriteria di atas, maka sebaiknya Anda segera mengonsultasikan hal ini dengan dokter Anda, sebelum meneruskan terapi. Bagaimanapun, hendaknya Anda menghindari konsumsi aspirin secara harian tanpa saran dan pengawasan dari dokter.[]SO

0 Komentar

Belum ada komentar