Sukses

Tim Bantuan RI ke Haiti Terhambat

Tim bantuan RI untuk korban bencana gempa di Haiti belum bisa mendapatkan akses langsung mendarat di Port-au-Prince, Haiti

Klikdokter.com  - Tim  bantuan RI untuk korban bencana gempa di Haiti belum bisa mendapatkan akses langsung mendarat di Port-au-Prince, Haiti. Tim yang diketuai oleh Letkol Eko Margiyono (TNI) dan Ketua Tim Medis dr. R. Suhartono, SB(K)BV (RSCM) tersebut telah mendarat di Honolulu pada Selasa (19/1) pada pukul 8 pagi waktu setempat, kini tengah menunggu akses di Honolulu International Airport, Hawaii.

Hal ini dikarenakan padatnya lalulintas udara sehingga menghambat kelancaran distribusi bantuan yang akan masuk ke negara yang Selasa (12/1) lalu diguncang gempa sebesar 7.0 skala Ritcher.

Masalah keterhambatan ini tidak hanya dirasakan oleh tim bantuan RI saja, bahkan pesawat yang berisikan tim Doctors Without Borders yang berisikan obat-obatan dan bantuan lainnya mengalami sedikitnya 3 kali penolakan untuk mendarat di bandara Toussaint Louverture International Airport, Haiti.

Bahkan pesawat tentara Amerika yang berisi bantuan sudah tidak mengikuti prosedur lagi, bantuan yang ada diterjunkan ke warga sehingga membuat kekacauan karena tiadanya proses distribusi yang bijaksana.

Menurut kabar terakhir, bantuan tim RI baru dapat masuk langsung ke Haiti pada tanggal 7 Februari 2010. Mengatasi ini, pihak PBB telah berunding dengan pihak negara-negara tetangga terdekat Haiti seperti Republika Dominika untuk kesediaannya menjadi pintu masuk bantuan musibah ke Haiti.

Kini tim bantuan RI untuk Haiti yang sempat tertahan di Honolulu diputuskan untuk dikirimkan melalui negara Republika Dominika. Direncanakan setibanya bantuan tiba di bandara St. Dominggo akan diberikan kepada perwakilan PBB di Dominika. Sementara untuk ke 81 anggota tim bantuan RI direncanakan untuk melalui jalan darat, jika situasinya memungkinkan.

Bantuan tim RI yang terdiri dari sedikitnya 81 tenaga ahli di bidang medis dan penyelamatan darurat yang tergabung dari berbagai instansi diantaranya 30 orang dari Tim Ahli Medis Kedokteran Kepolisian dan TNI dan 45 orang dari Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan yang terdiri atas dari pihak Pusat Penanggulan Krisis Depkes dan rumah sakit dr. Cipto Mangunkusumo serta 6 orang dari Tim SAR dan ahli konstruksi pasca bencana gempa.

Keberangkatan Tim dengan menggunakan pesawat sewaan Boeing 747-400 milik Lion Air, dilepas oleh Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Senin (18/1) lalu. Agenda tim akan diposisikan selama 14 hari, dan kemungkinan besar diperpanjang jika kebutuhannya masih diperlukan.

Selain tim relawan, pemerintah Indonesia juga mengirim 5 ton dengan 1 truk bahan makanan, 3 ton dengan 1 truk obat-obatan, dan 1 unit rumah sakit darurat dengan 20 tempat tidur seberat 3 ton yang diangkut dengan 3 truk.[](DA/PNA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar