Sukses

Cegah Kanker dengan CERDIK dan WASPADA

Secara global, angka kematian akibat kanker terus meningkat. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini kanker menjadi sangat penting.

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini, kanker menempati tiga besar penyakit terbanyak secara global. Pada tahun 2012, diperkirakan terdapat sekitar 14.1 juta kasus baru kanker dan 8.2 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia.

Sekitar 70% peningkatan angka kejadian kanker ini terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, angka ini telah meningkat dari 1:1000 penduduk menjadi 1.4:1000 penduduk. Mengingat kanker dapat menimbulkan beban ekonomi bagi individu, keluarga, masyarakat, dan negara, maka pencegahan dan deteksi dini kanker menjadi penting.

Hingga saat ini, satu-satunya kanker dengan metode pencegahan yang spesifik hanyalah kanker serviks melalui vaksinasi HPV (human papillomavirus). Untuk jenis kanker lain, satu-satunya cara adalah dengan menerapkan pola hidup yang sehat.

“Angka kejadian dan kematian akibat kanker bisa dipangkas dengan menerapkan pola hidup sehat yang ‘CERDIK’ dan ‘WASPADA’,” kata dr. Kartika Erida Brohet, SpOnk-Rad dari Departemen Radioterapi RSCM, saat dihubungi oleh Klikdokter.

‘CERDIK’ ini adalah Cek Rutin Kesehatan, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Olahraga, Diet Seimbang, Istirahat Cukup, dan Kelola Stres.
Selain itu, penting untuk ‘WASPADA’ terhadap tanda dan gejala kanker, seperti Waktu BAK apakah ada gangguan/perubahan kebiasaan, Alat cerna terganggu atau di luar kebiasaan, Suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh, Payudara atau bagian tubuh lain memperlihatkan benjolan, Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifat, makin besar atau gatal, Darah atau lendir yang tidak normal keluar dari tubuh, serta Adanya luka yang tak mau sembuh.

Beliau juga menambahkan, bila terdapat tanda dan gejala segera periksakan diri ke dokter di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Selain dengan melakukan prinsip-prinsip di atas, pemeriksaan skrining juga diperlukan untuk mendeteksi dini mereka yang berisiko mengalami kanker. Misalnya pada individu yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker tertentu. Contoh pemeriksaan skrining yang sering dilakukan adalah Pap smear, mamografi, dan pemeriksaan tumor marker.

Angka kematian akibat kanker diperkirakan akan menyusul, bahkan melampaui penyakit jantung yang masih menempati peringkat teratas. Pengobatan kanker lebih kompleks dan belum seefektif pengobatan penyakit jantung. Jika kanker bisa terdeteksi secara dini, kemungkinan sembuh akan sangat besar. Dengan demikian, angka kematian akibat kanker pun dapat ditekan.

Mari cegah kanker dari sekarang. Kita bisa, aku bisa!

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar