Sukses

4 Penyebab Ketombe pada Rambut Kemaluan

Tidak hanya di rambut kepala, ternyata ketombe juga bisa terjadi pada rambut kemaluan! Ini empat hal yang jadi penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Meski tertutup pakaian, kebersihan dan kesehatan area kemaluan harus tetap dijaga dengan baik. Jika tidak, salah satu masalah yang mungkin saja terjadi adalah ketombe pada rambut kemaluan.

Bagaimana bisa muncul ketombe di area yang tampaknya sangat terlindungi ini? Berikut beberapa hal yang diduga menjadi penyebabnya:

  1. Sisa-sisa kulit mati

    Seperti pada rambut kepala, sisa-sisa kulit mati yang ada di pangkal rambut kemaluan juga dapat menyebabkan munculnya ketombe. Apalagi jika Anda tidak membersihkannya secara rutin.

    Jika tidak ingin mengalaminya, pastikan saat mandi Anda membersihkan rambut kemaluan menggunakan sabun atau sampo dengan teliti.

  2. Infeksi kutu

    Tidak hanya rambut kepala, rambut kemaluan pun dapat diserang oleh kutu. Namun, jenis kutu yang menyerang rambut kemaluan berbeda dengan yang menyerang rambut kepala.

    Kutu yang menyerang rambut kemaluan dapat menyebabkan rasa gatal berlebihan. Jika Anda menemukan butiran putih kecil pada rambut kemaluan, itu adalah telur kutu yang tinggal di area tersebut. Mengerikan, bukan.

  3. Infeksi jamur

    Infeksi jamur di daerah selangkangan dapat menyebar hingga ke rambut kemaluan. Umumnya, jamur yang menginfeksi daerah rambut kemaluan ini dapat menyebabkan lapisan atas kulit yang terinfeksi mengelupas.

    Hal tersebut dapat menyebabkan munculnya ketombe. Jika tidak segera diatasi, infeksi jamur tersebut dapat menyebabkan rontoknya rambut kemaluan.

  4. Dermatitis seboroik

    Ini adalah salah satu jenis peradangan kulit yang sering terjadi di daerah-daerah berambut, termasuk rambut kemaluan. Kelainan ini akan menyebabkan munculnya ketombe yang banyak, dan cenderung berminyak atau lengket. 

Untuk mencegah dan mengatasi ketombe pada rambut kemaluan, Anda perlu menggunting (trimming) rambut kemaluan secara berkala dan menjaga kebersihan area tersebut dengan lebih teliti. Jika cara ini belum berhasil, cobalah untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter.


(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar