Sukses

Hans Rosling Dokter Ahli Kesehatan Global Berpulang

Siapa Hans Rosling, apa kontribusinya untuk dunia dan komentarnya tentang Indonesia?

Klikdokter.com, Jakarta Hans Rosling bukan dokter biasa. Ia adalah seorang ahli statistik dan epidemiologi yang memiliki pengetahuan dan pemahaman luas tentang pembangunan kesejahteraan dan kesehatan global. Keahliannya ini membuatnya diminta menjadi penasehat bagi banyak sosok pemimpin dunia seperti Bill Gates, Mark Zukerberg, hingga Sekretaris Jenderal PBB, Dokter Jim Yong Kim.

Atas meninggalnya Hans Rosling, Bill Gates melalui akun media sosialnya mengatakan, “A great friend, educator and true inspiration for our work. Melinda and I are saddened by the loss of Hans Rosling

Melalui akun media sosial yang sama, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, “A Giant has passed away, Hans Rosling made change possible by sharing his extraordinary knowledge. A friend that will be missed by many.”

Hans Rosling adalah seorang professor dalam bidang global health atau kesehatan global di Karolinska Institute, salah satu perguruan tinggi kedokteran terbaik dunia yang berada di Stockholm, Swedia. Hans meninggal karena kanker pankreas yang telah didiagnosis sejak tahun lalu di Uppsala, kota tempat kelahiran sekaligus tempat ia menempuh pendidikan kedokterannya.

Sebagai profesor, ia kerap disebut sebagai seorang selebriti pendidikan kelas dunia. pada tahun 2012 namanya masuk dalam catatan majalah Time sebagai salah satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh di dunia. Mulai tahun 2007, Hans Rosling berkomitmen untuk mengalokasikan waktu profesionalnya menjadi 5% saja untuk mengajar dan 95% untuk mengembangkan Gapminder.

Gapminder, adalah sebuah inisiatif yang ia hidupkan agar berbagai data-data terkait fakta-fakta pembangunan ekonomi dan pembangunan kesehatan yang ia himpun dari referensi terpercaya di seluruh dunia dapat divisualisasi dan dinikmati oleh siapapun. Ia berharap insiatif ini dapat memerangi sikap ketidakpedulian yang eksis akibat bertumbuh suburnya kepercayaan berlebihan terhadap mitos. Menurutnya, kepercayaan akan mitos ini merupakan penghambat utama kemajuan pembangunan kesehatan dan kesejahteraan manusia.

 

 

1 dari 2 halaman

Mengenal Lebih Jauh Siapa Hans Rosling

Sejak berkiprah bersama Gapminder, nama Hans Rosling semakin dikenal publik sebagai pendidik yang menghibur. Hans Rosling mulai dikenal secara luas setelah ceramah yang ia berikan di sebuah TED Conference pada tahun 2006 tersebar dengan melalui video dengan judul "The Best Stats You’ve Ever Seen” atau “Statistik Terbaik yang Pernah Anda Lihat ". Video itu kini telah ditonton belasan juta kali secara online.

Di video itu ia menggunakan gelembung animasi untuk menunjukkan bagaimana negara-negara berkembang mampu mengikuti perkembangan negara maju terutama di dunia barat yang didasarkan pada indikator pembangunan. Uniknya, ia menyampaikan hal serius ini dengan gaya bak seorang komentator olahraga. Cerdas, tangkas, penuh gairah dan bersemangat.

Video presentasinya yang menjadi viral juga adalah “Don’t Panic: Facts About Population” atau “Jangan Panik: Kebenaran Tentang Masalah Kependudukan” pada 2013. Dalam video ini ia menunjukkan jika lulusan universitas di Inggris dapat diungguli oleh kera dalam hal tes pengetahuan tentang negara-negara berkembang. Hans Rosling selalu mampu membongkar mitos tentang kondisi perubahan dunia dengan cara yang memikat. Salah satu mitos yang ia dobrak adalah kekhawatiran masyarakat dunia tentang dunia yang akan disesaki manusia karena tingginya penurunan angka kematian balita. Sebuah mitos yang tidak berdasar, karena meskipun semakin sedikit balita yang meninggal dengan perbaikan kondisi ekonomi di berbagai belahan dunia, secara berangsur-angsur angka kelahiran bayi juga menurun seiring meningkatnya produktivitas ekonomi orang tua.

Sebagai sosok yang menginspirasi banyak orang, keberadaan Hans Rosling di Karolinska Institute, salah satu perguruan tinggi kedokteran terbaik di dunia, diakui berperan sebagai faktor penarik utama bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk belajar kesehatan global dan kesehatan masyarakat di Swedia.

Dengan begitu banyak kontribusi dan warisan pengetahuan yang ia tinggalkan, kepergian Hans Rosling tidak hanya meninggalkan duka namun juga semangat aktivisme yang kuat. Terutama bagi para aktor dan pemikir di bidang kesehatan global.

Ekspresi ini salah satunya tercermin dalam status Facebook seorang pelajar sekaligus dokter asal Indonesia, Rabiah Aladawiyah. Dokter Rabiah yang sedang menempuh pendidikan kebijakan kesehatan di Karolinska Institute, dalam status media sosial terbarunya membagikan kabar meninggalnya Hans Rosling dan menyampaikan, “His messages were bold, his fights were real, and his passion was unbeatable. May you rest in peace, Hans Rosling.”

Keterkaitan Hans Rosling dengan Indonesia tidak hanya sampai di sini. Ia pernah mengunjungi Indonesia pada tahun 70-an. Pada 2014, penulis yang saat itu masih mengikuti kelas yang diampu oleh Hans Rosling bertanya tentang pendapatnya mengenai pembangunan ekonomi dan kesehatan masyarakat di Indonesia dan jika ada negara lain yang dapat menjadi pembanding bagi kondisi Indonesia. Saat itu Hans Rosling menjawab, "Your country is very huge, enormous. Your political transformation is amazing. Indonesia finds new way in its history of democracy. Previously, people see successful betterment in Thailand, and then Philippine and next, I would say Indonesia. There is no country Indonesia should follow. It will require hard work, but Indonesia will be a role model for many other countries!"

Selamat jalan Hans Rosling. Seorang guru, mentor, sekaligus sahabat bagi banyak aktor dan pemikir kesehatan masyarakat dan dunia. Warisan Anda akan menjadi bagian dari kontribusi siapapun yang pernah berinteraksi secara keilmuan dengan Anda.

1 Komentar

  • Andreas

    saya salah satu penggemar Hans Rosling, sangat menginspirasi dalam membawakan data statistik menjadi cerita