Sukses

Bahaya di Balik Radiasi Microwave Oven!

Tahukah Anda, bahaya dari radiasi microwave oven bagi kesehatan? Cari tahu seperti apa dampkanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin sudah akrab dengan microwave oven. Bisa jadi, perangkat yang satu ini juga hadir di dapur Anda untuk memudahkan aktivitas harian Anda. Sayangnya, di balik kemudahan yang diberikannya, ada bahaya radiasi microwave oven.

Microwave merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan gelombang radio frekuensi tinggi. Secara umum memiliki fungsi sebagai pemancar untuk televisi, radio, navigasi, telekomunikasi, dan juga penghangat makanan.

Beberapa hal –seperti makanan dan minuman dapat dengan efektif mengabsorpsi radiasi microwave, yang merupakan prinsip utama dari penghangat makanan. Anda mungkin mengenalnya dengan istilah microwave oven.

Perkembangan teknologi ditambah tingkat mobilitas yang tinggi kerap dijadikan alasan oleh sebagian orang untuk dapat melakukan banyak hal secara cepat dan instan. Penggunaan microwave oven untuk menghangatkan makanan adalah salah satu bagian dari gaya hidup tersebut.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, bila microwave oven digunakan sesuai instruksi dari produsen, perangkat ini sebenarnya aman untuk menghangatkan dan memasak makanan tertentu. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Hal yang penting diperhatikan adalah mengenai potensi terekspos radiasi microwave, luka bakar, dan penanganan makanan yang dihangatkan. Luka bakar dapat terjadi bila memegang produk makanan segera setelah dihangatkan.

Bagaimana dengan radiasi? Radiasi microwave dapat terserap (diabsorpsi) oleh tubuh dan menimbulkan tenaga panas pada bagian tubuh yang terekspos.

Bagian tubuh yang tidak memiliki aliran darah (seperti mata) cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kerusakan akibat tenaga panas. Begitu juga dengan bagian tubuh atau yang sensitif terhadap perubahan suhu (seperti testis).

Namun kerusakan tersebut, hanya dapat terjadi bila bagian tubuh terpapar radiasi microwave oven dengan kekuatan tinggi serta dalam jangka waktu lama. Karena itu, disarankan untuk menggunakan alat protektif seperti sarung tangan tahan panas untuk mencegah terjadinya luka bakar.

Selain itu, keamanan produk makanan juga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Saat menggunakan microwave oven, perhatikan power rating yang digunakan oleh perangkat tersebut, jumlah, serta kepadatan dari makanan yang dihangatkan.

Maka harus dipastikan bahwa suhu yang digunakan sudah cukup untuk membunuh mikroorganisme yang ada. Secara umum, menghangatkan makanan dengan microwave oven memiliki keamanan dan sajian nutrisi yang serupa dengan oven konvensional.

Perlu diingat bahwa menggunakan microwave oven tidak membuat suatu produk makanan menjadi ‘radioaktif’. Radiasi microwave pun tidak menetap pada makanan setelah perangkat tersebut dimatikan.

Menghangatkan makanan dengan microwave oven memang merupakan pilihan yang praktis. Tapi pastikan Anda menggunakannya sesuai instruksi yang tepat agar tak menimbulkan bahaya.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar