Sukses

Karnival Hari Kanker Sedunia 2017, Kita Bisa, Aku Bisa

Peringatan Hari Kanker Sedunia merupakan mengingatkan bahwa penyakit kanker terus meningkat. Apa pesan dalam peringatan tahun ini?

Klikdokter.com, Jakarta Jumlah penderita kanker di seluruh dunia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2012, diperkirakan terdapat 14.1 juta kasus kanker baru yang muncul. Pada tahun yang sama, terdapat 8.2 juta kematian karena kanker.

Menandai puncak peringatan Hari Kanker Sedunia 2017, Gerakan Gelang Harapan berkolaborasi dengan Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan World Cancer Day Carnival 2017. Berbagai yayasan juga turut berpartisipasi mendukung gelaran ini.

Mengusung tema “Kita Bisa. Aku Bisa”, peringatan dilangsungkan di Tribeca Park, Central Park Mall, tanggal 3-5 February 2017. Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam karnival tersebut, antara lain booth edukasi kanker, stage performance dari para survivor kanker, dan pemeriksaan gratis deteksi dini.

World Cancer Day Carnival 2017 merupakan acara kebersamaan yang diharapkan dapat menggugah kepedulian secara luas terhadap kanker. Dengan demikian, masyarakat lebih waspada dan cerdas dalam menyikapi ancaman kanker, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Sebanyak 43% dari seluruh kanker dapat dicegah hanya dengan menerapkan pola hidup sehat,” kata Prof. Dr. dr. Soehartati Gondhowiardjo, Sp.Rad(K)Onk.Rad, Ketua KPKN, ketika ditemui oleh Klikdokter pada pembukaan acara tersebut.

Pola hidup sehat yang dimaksud adalah mengurangi konsumsi rokok dan alkohol, meminimalkan paparan bahan pemicu kanker, mengikuti program vaksinasi, dan sebagainya. Ya, menjalani pola hidup sehat dan berpartisipasi dalam usaha menuju perubahan memang bisa menjadi cara untuk mencegah penyakit kanker..

Sayangnya, tak sedikit hambatan dalam menanggulangi kanker saat ini. Salah satu masalah terbesar dalam penanggulangan kanker adalah banyaknya informasi seputar kanker yang menyesatkan.

“Seperti kita tahu, banyak obat yang diklaim bisa mengobati kanker dan katanya lebih kuat dari kemoterapi. Padahal untuk mengatakan suatu obat bermanfaat, apalagi bagi kanker, dibutuhkan penelitian yang sangat panjang,” lanjut dr. Soehartati.

Akibatnya, sebanyak 70% pasien kanker yang datang ke dokter biasanya sudah dalam keadaan lanjut. Karena setelah terdiagnosis, mereka tidak langsung mendapatkan penanganan dari dokter, melainkan mencoba berbagai pengobatan yang belum teruji klinis. Alhasil, angka keberhasilan pengobatan pun menurun.

Kanker bisa terjadi pada siapa saja, namun penyakit ini bisa dicegah dengan menjalani hidup sehat. Deteksi dini juga sangat penting untuk dilakukan. Bila Anda seorang pasien kanker, jangan putus asa dan tetap semangat.

Semoga peringatan Hari Kanker Sedunia 2017 dapat memberi pencerahan bagi banyak pihak. Ingatlah, pengobatan yang tepat akan memberikan kemungkinan hidup yang lebih lama, bahkan kesembuhan.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar