Sukses

Inilah Penyebab Seseorang Menjadi LGBT

Tak semua orang memiliki orientasi seksual yang sama. Inilah faktor yang memengaruhi terjadinya LGBT.

Klikdokter.com, Jakarta Belakangan, LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) seakan menjadi sorotan publik. Orientasi seksual seperti ini dianggap aneh dan menyalahi aturan. Sebenarnya, apa yang memengaruhi terjadinya hal tersebut?
Perlu diketahui, orientasi seksual atau LGBT merupakan ketertarikan secara emosional, romantis, dan afeksionis terhadap manusia lain. Menurut APA (American Psychological Association), orientasi seksual tidak dapat dipilih oleh manusia.
Secara singkat, orientasi seksual terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:

  • Heteroseksual: tertarik pada lawan jenis
  • Homoseksual: tertarik pada sesama jenis
  • Biseksual: tertarik pada sesama dan lawan jenis

Orientasi seksual berbeda dengan perilaku seksual, di mana orientasi berarti perasaan, bukan perbuatan. Artinya, seseorang bisa saja hidup bertentangan dengan orientasi seksual yang dimilikinya. Misalnya, seorang laki-laki yang menikah dan memiliki anak, namun sebenarnya adalah homoseksual.

Sebenarnya, penyebab orientasi seksual setiap orang berbeda-beda masih belum diketahui secara pasti. Namun faktor-faktor di bawah ini dituding menjadi yang paling memengaruhi:

  1. Genetik

    Hormon yang tidak seimbang di dalam tubuh disebut-sebut sebagai pemicunya. Karena pada dasarnya, naluri orientasi seksual berkembang sebelum pubertas atau sebelum seseorang mengalami pengalaman seksual.
  2. Lingkungan

    Beberapa di antara mereka yang homoseksual atau biseksual mengaku bahwa pergaulan memengaruhi mereka untuk memiliki orientasi seksual yang demikian. Selain itu, orangtua yang sering kali bertengkar, cerai atau kekerasan dalam rumah tangga juga diduga turut berperan dalam hal ini.

  3. Pengalaman traumatis

    Pengalaman buruk di masa lalu yang terus melekat di dalam hati dan menimbulkan trauma juga dituding menjadi penyebabnya. Misal, pelecehan seksual atau kekerasan yang dialami seseorang.

Meski sulit, namun kelainan orientasi seksual tentu dapat diubah. Anda harus terus berupaya sebisa mungkin untuk kembali ke jalan yang sebenar-benarnya.

Pasalnya, orientasi seksual yang tidak semestinya meningkatkan risiko angka penularan penyakit seksual. Faktanya, mereka yang gay lebih berisiko tertular penyakit IMS (infeksi menular seksual), serta HIV/AIDS. Ini sama berbahayanya dengan mereka yang sering berganti-ganti pasangan.

Semoga penjelasan di atas dapat menjawab rasa penasaran Anda terkait perbedaan orientasi seksual atau kejadian LGBT pada manusia.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar