Sukses

Pilah Pilih Minyak Goreng Terbaik

Banyak sekali pilihan minyak goreng di pasaran. Ada minyak zaitun, minyak jagung, dan sebagainya. Manakah yang terbaik untuk kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Telitilah memilih minyak goreng sebelum membeli. Jika ingin hidup lebih sehat, tentunya Anda perlu mengganti minyak goreng dengan yang lebih sehat juga. Misalnya dengan minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak kanola. Yuk, mari bahas satu per satu!

Minyak zaitun

Selain tinggi akan lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun juga kaya antioksidan (polifenol) yang baik untuk kesehatan jantung. Dalam 1 sdm minyak zaitun mengandung lemak total 14 gr dengan proporsi lemak jenuh 1.9 gr, lemak tak jenuh rantai ganda 1.4 gr, dan lemak tak jenuh rantai tunggal 10 gr.

Minyak zaitun memiliki titik didih yang rendah. Karena itulah minyak zaitun tidak cocok digunakan untuk menggoreng deep-fry (memasak makanan dalam rendaman minyak yang banyak).

Bila digunakan untuk menggoreng deep-fry, minyak dapat teroksidasi dan justru berbahaya untuk kesehatan. Minyak zaitun cocok digunakan untuk memanggang, menumis dengan minyak sedikit, atau sebagai tambahan saus pada salad.

Minyak jagung

Dalam 1 sdm minyak jagung terkandung lemak total 14 gr dengan proporsi lemak jenuh 1.8 gr, lemak tak jenuh rantai ganda 7 gr, dan lemak tak jenuh rantai tunggal 3.8 gr.

Minyak jagung tinggi akan vitamin E dan dapat memenuhi 15% kebutuhan harian vitamin E Anda hanya dengan mengonsumsi 1 sdm saja. Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dari tubuh.

Tidak seperti minyak zaitun, minyak jagung memiliki titik didih yang lebih tinggi sehingga cocok digunakan untuk menggoreng.

Minyak kanola

Minyak yang terbuat dari biji kanola ini memiliki lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan dengan minyak zaitun atau minyak jagung. Dalam 1 sdm minyak kanola terdapat 14 gr total lemak dengan proporsi lemak jenuh 1 gr, lemak tak jenuh rantai ganda 3.9 gr, dan lemak tak jenuh rantai tunggal 9 gr.

Minyak kanola memiliki rasa yang relatif netral serta titik didih yang tinggi. Hal ini menjadikannya cocok digunakan untuk berbagai metode masak, seperti menumis, memanggang, atau sebagai saus pada salad.

Pilih mana?

Di antara ketiga minyak ini terdapat berbagai masing-masing keunggulan. Jika dilihat dari kandungan lemak jenuhnya, minyak kanola memiliki kandungan lemak jenuh yang paling rendah ketimbang minyak zaitun dan minyak jagung. Mengurangi konsumsi lemak jenuh tentu baik untuk menurunkan kolesterol sekaligus risiko penyakit jantung.

Minyak jagung dan minyak kanola sama-sama bisa digunakan pada banyak teknik memasak: menggoreng, menumis, memanggang atau sekadar tambahan saus pada salad. Berbeda dengan minyak zaitun yang tidak cocok untuk teknik menggoreng dengan minyak yang banyak. Namun, minyak zaitun memiliki tekstur rasa yang khas, sehingga rasa masakan pun lebih lezat.

Jadi, sebetulnya memilah-milih minyak untuk memasak bergantung dari teknik masak yang akan Anda gunakan. Masing-masing minyak goreng mengandung proporsi kandungan gizi yang berbeda. Karena itu, sebagai konsumen Anda harus teliti betul sebelum membeli.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar