Sukses

Waspada, Sering Stres Sebabkan Penyakit Jantung!

Stres adalah penyakit yang dialami sebagian besar warga ibukota. Anda salah satunya? Awas, penyakit jantung mengintai Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Bukan perkara baru, stres adalah penyakit sebagian besar masyarakat yang tinggal di ibukota. Kondisi ini apalagi kalau bukan akibat biaya hidup yang semakin tinggi, macet, ditinggal orang terkasih, atau pekerjaan.

Awas, jangan tinggal diam. Jika terjadi secara berkepanjangan, stres bisa sebabkan penyakit jantung, lho!
American Heart Association menyebutkan bahwa stres yang kronis dan berkepanjangan dapat memicu pengeluaran hormon kortisol dan adrenalin, yang kemudian dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat dan tidak terkontrol dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Tak hanya itu, di saat stres seseorang juga cenderung akan makan lebih banyak dan tidak beraturan, berolahraga lebih jarang, serta merokok. Ini tentunya akan semakin meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mengerikan, bukan? Karena itu, mulai saat ini Anda harus bisa mengelola stres dengan baik.

Tidak repot, Anda hanya perlu:

  • Menerima keadaan bahwa ada hal-hal yang tidak bisa selalu Anda kontrol secara maksimal.
  • Sebelum bilang “iya” untuk melakukan sesuatu, pertimbangkan apakah Anda benar-benar bisa dan mampu untuk melakukannya. Hindari berkata “ya” pada semua hal, karena dapat membuat Anda bertambah stres.
  • Kelilingi diri dengan orang-orang yang Anda sayangi dan menyayangi Anda.
  • Pastikan Anda memiliki waktu untuk relaksasi dan melakukan hal-hal yang Anda sukai setiap hari. Misalnya, berkumpul dengan teman-teman, mendengarkan musik, yoga dan lainnya.
  • Berolahraga rutin merupakan salah satu cara yang ampuh untuk mengurangi stres. Saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang dapat membuat Anda lebih bahagia.

Selain cara di atas, Anda juga bisa curhat dengan orang terdekat tentang apa yang sedang Anda alami saat ini. Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog atau konselor. Dengan ini, stres dapat dihindari dan risiko penyakit jantung dapat diperkecil.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar