Sukses

Awas! Merokok Dapat Menyebabkan Perut Buncit

Mungkin Anda pernah mendengar merokok dapat membuat kurus? Jangan cepat percaya! Penelitian justru menemukan fakta sebaliknya.

Mitos yang beredar di masyarakat menyebutkan merokok dapat membuat tubuh Anda kurus. Oleh karena itu, banyak yang beranggapan berhenti merokok akan menyebabkan berat badan naik.

Dalam jangka pendek, rokok memang dapat menurunkan nafsu makan dan meningkatkan pembuangan energi. Akibatnya, banyak remaja wanita maupun pria yang enggan untuk berhenti merokok denga alasan ingin kurus.

Kenyataannya, para perokok berat justru memiliki berat badan yang lebih dibandingkan perokok ringan dan mereka yang tidak merokok. Menurut studi yang dipublikasikan oleh Obesity Society, para perokok memiliki lingkar perut lebih besar disbanding non-perokok. Meskipun mereka memiliki berat badan ideal dihitung secara BMI (body mass index).

Hasil ini tetap sama walaupun sudah memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi seperti umur, BMI, jumlah alkohol, aktivitas fisik, total energi, dan edukasi. Perbandingan lingkar perut dan pinggang (waist to hip ratio) adalah salah satu tolak ukur untuk menentukan obesitas.

Para ahli meyakini  kalau rokok dapat mengubah penyebaran lemak di tubuh Anda. Sehingga lemak disimpan terpusat pada perut Anda daripada di seluruh tubuh. Terlebih lagi, efek perut buncit juga berbahaya bagi kesehatan dan menyebabkan beberapa penyakit metabolik seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kami yakin, banyak dari Anda yang saudah tahu bahaya merokok bagi kesehatan. Tapi sekarang Anda juga tahu bahwa rokok dapat membuat perut buncit. Oleh karena itu, sayangi tubuh Anda dengan berhenti merokok sekarang juga. Jangan sampai perut Anda jadi buncit dan terkena banyak penyakit karena rokok.

(DA/ RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar