Sukses

Tips Tumbuhkan Rasa Empati pada Anak

Dengan melatih rasa empati, anak akan menjadi pribadi yang lebih peduli. Untuk mengajari anak cara berempati, simak beberapa tips berikut.

Berbicara tentang bersikap baik, orang tua adalah guru pertama bagi anak. Bersikap baik bukan hanya berkata terima kasih, tolong, permisi, atau maaf, tetapi juga berempati.

Empati merupakan kemampuan memahami perasaan orang lain. Empati diawali lewat membayangkan perasaan mereka dalam situasi tertentu dan merespons dengan peduli.

Memiliki sikap empati penting sebagai bekal anak dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan berempati, anak akan menyadari bahwa setiap orang bisa memiliki pikiran dan perasaan yang berbeda dari dirinya.

Anak pun bisa mengenali berbagai emosi, seperti senang, terkejut, sedih, marah, dan kecewa. Kemudian, anak jadi tahu bagaimana harus merespons dengan tepat dalam situasi tertentu. Misalnya, saat ada teman yang sedih, ia mau berbagi mainan untuk menghibur temannya.

Meski mengajarkan empati pada anak terdengar abstrak, ternyata hal itu dapat dilakukan dengan cara sederhana serta diawali dari kita sebagai orang tua. Simak 12 cara mengajarkan empati pada anak berikut ini.

1 dari 5 halaman

1. Percaya Bahwa Anak Mampu Bersikap Baik

Jika Anda memperlakukan anak seakan ia tidak pernah bersikap baik, itu akan benar-benar terjadi. Sama seperti doa, bukan?

Alih-alih berprasangka buruk pada anak, coba bangun asumsi bahwa ia bisa membantu dan peduli pada orang lain sehingga ia akan berusaha untuk bersikap baik. Bagaimanapun, kepercayaan Anda adalah pegangan anak dalam bersikap di mana pun ia berada.

Artikel Lainnya: Cara Mudah Mengajari Anak untuk Bersikap Jujur

2. Menjadi Teladan Perilaku Positif

Apa yang Anda lakukan dan katakan itu selalu dilihat anak. Jadi, biarkan anak melihat Anda bersikap baik, seperti memberikan tip pada kurir yang mengantar pesanan makanan meski hujan deras, berbagi makanan dengan tetangga, atau memberikan sumbangan kepada korban bencana alam.

3. Memperlakukan Anak dengan Rasa Hormat

Ini berarti Anda memperlakukan anak seperti bagaimana Anda ingin dihormati anak. Sesederhana saat Anda meminta anak menyudahi waktu bermain di playground dengan baik. Tidak perlu menyudahi begitu saja atau tiba-tiba mengangkut anak dari tempat bermain tanpa permisi.

Cara lain, Anda bisa berkata pada anak, “Mama Papa tidak selalu sependapat tentang banyak hal, tetapi kami saling mendengarkan dan menghormati pendapat masing-masing.” Dengan begitu, anak tahu ia pun akan diperlakukan serupa.  

2 dari 5 halaman

4. Memberi Label pada Perasaan

Bayi dan balita tentu belum memahami perasaan yang dialami. Anda dapat memberikan label pada perasaan atau menamai perasaan tersebut. Misalnya, bantu anak mengakui apa yang ia rasakan, “Kamu kesal karena mainan tadi diambil adik, ya?”

Cara lain, Anda dapat memakai kartu gambar wajah yang menampilkan berbagai mimik atau berlatih mengenal emosi di hadapan cermin.

Artikel Lainnya: Jadi Orang Tua Jangan Sombong, Ini Dampak Sosialnya pada Anak

5. Mengajari Anak Bagaimana Meregulasi Emosi

Mengajarkan empati pada anak berarti mengajari mereka meregulasi emosi sedini mungkin. Misalnya, ketika waktu menonton TV selesai dan TV dimatikan, anak malah kesal dan menangis.

Bila kondisi tersebut terjadi, sebaiknya Anda tidak langsung menyalakan TV lagi. Biarkan anak meluapkan rasa kesalnya lebih dahulu, kemudian jawab dengan tenang, “Mama tahu kamu tidak suka, tapi waktu nonton sudah selesai. Nah, kalau sudah lebih tenang, tolong temani Mama ke warung, ya.”

6. Mengekspresikan Perasaan untuk Berbagi Emosi

Ciptakan suasana nyaman di rumah agar anak dapat mengekspresikan apa yang ia alami, entah itu hal baik maupun buruk.

Ketika ia senang, ikutlah merasa senang dengannya. Saat ia kesal, peluk anak dan tanyakan apa yang mengganggunya. Saat ia sedih, biarkan ia meluapkan dahulu emosinya sampai lega. Lalu, beri pelukan dan dengarkan keluh kesahnya.

3 dari 5 halaman

7. Latih Anak Memperhatikan Ekspresi Wajah Orang Lain

Setelah terbiasa melihat dan mengalami berbagai emosi, mengajarkan anak tentang empati dapat Anda lanjutkan dengan melatihnya memperhatikan ekspresi wajah orang lain.

Dari apa yang terlihat, anak dapat membayangkan bagaimana perasaan yang dialami orang tersebut pada situasi tertentu. Lagi pula, kita bisa memahami kebutuhan orang lain saat mampu membayangkan bagaimana perspektif mereka terhadap suatu hal.

8. Apresiasi Kebaikan yang Anak Lakukan

Pastikan Anda juga mengapresiasi kebaikan yang dilakukan anak. Contoh, saat ia menahan pintu masuk minimarket untuk pengunjung lain yang berdiri di belakangnya. Anda bisa mengucapkan pada anak, “Mama lihat tadi kamu bantu menahan pintu untuk orang lain. Terima kasih ya sudah berbuat demikian.”

Jadi, Anda pun memperhatikan setiap perilaku anak, bukan hanya ketika ia berbuat salah.

Artikel Lainnya: Ini 6 Kemampuan Sosial yang Harus Diajarkan Orang Tua ke Anak Sejak Dini

9. Jangan Abaikan Sikap Kasar

Anda pasti sering mendengar pemakluman dari orang lain tentang perilaku kasar anak. “Aduh, biarin aja lah. Maklum namanya juga anak-anak, belum mengerti kalau tidak boleh dorong-dorong saat antre.”

Perilaku kasar tidak boleh ditoleransi berapapun usianya. Justru karena anak masih kecil, ia harus diajarkan untuk bersikap baik. Karena ia belum tahu mana yang baik dan buruk sehingga tugas kita sebagai orang tua untuk mengingatkan anak terus-menerus.

4 dari 5 halaman

10. Pahami Persepsi Anak Lebih Dahulu

Kadang saat anak bertingkah laku tertentu, bisa jadi anak memang belum mengerti benar bagaimana ia harus merespons. Contoh, anak mengejek temannya dengan panggilan nama binatang.

Alih-alih marah, coba tanggapi dengan tenang dan tanyakan mengapa ia berkata demikian. Lalu, benahi pemahaman yang keliru dari anak dengan menjelaskan situasi seharusnya.

11. Perhatikan Apa yang Anak Serap dari Media

Harus diakui, media berperan penting dalam membentuk perilaku empati anak. Ia cenderung meniru apa yang dilihat dari televisi, YouTube, atau game.

Pantau dan dampingi anak saat menonton, serta jawab sebisa mungkin setiap pertanyaan yang mereka ajukan terkait tontonan tersebut. Lalu, dorong mereka untuk mengimbanginya dengan aktivitas lain, seperti bermain di luar rumah bersama teman, membaca buku, atau hobi menarik lainnya.

12. Sabar dan Konsisten Adalah Kunci

Mengajarkan empati pada anak adalah proses pembelajaran yang panjang. Anda perlu sabar menghadapi setiap pertanyaan yang meluncur dari anak, serta jangan lelah mengingatkan anak untuk terus memperbaiki sikapnya menjadi lebih baik. Plus, Anda pun harus konsisten menjadi teladan pertama dan utama anak dalam berempati.

Semua aspek tersebut menjadi amunisi lengkap untuk menumbuhkan sosok anak yang mau berempati dan bertoleransi terhadap orang lain.

Demikian cara-cara untuk mengajarkan empati pada anak. Anda bisa memulainya sedini mungkin dengan cara sederhana, tetapi mengena dan akan selalu diingat anak. Selamat mencoba!

Ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar pola asuh anak? Gunakan layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar