Sukses

Awas, Skizofrenia Juga Mengintai Anak-anak!

Skizofrenia lebih banyak dikenal sebagai gangguan yang menyerang orang dewasa. Faktanya, gangguan ini juga mengintai anak-anak.

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa yang seringkali ditandai dengan adanya halusinasi –baik secara visual maupun auditorik. Hal ini dapat terjadi denagn disertai gangguan pola pikir, emosi, atau perilaku.

Sebagian besar orang beranggapan bahwa skizofrenia hanya menyerang orang dewasa. Bagaimana dengan anak-anak? Apakah gangguan ini juga dapat terjadi pada anak-anak?

Childhood-onset schizophrenia atau skizofrenia pada anak, merupakan suatu penyakit kronik yang ditandai dengan adanya gejala tertentu. Gejalanya antara lain adalah gangguan pengendalian emosi, perilaku, serta penurunan motivasi dan minat pada anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Meski beberapa gejala dapat serupa dengan skizofrenia pada orang dewasa, pada anak jarang disertai dengan gejala halusinasi dan gangguan isi pikir pada tahap awal. Skizofrenia pada anak dikaitkan dengan beberapa gangguan perkembangan, baik motorik maupun wicara.

Sedikit berbeda dengan skizofrenia pada anak, skizofrenia pada remaja lebih sulit dideteksi. Hal ini dikarenakan adanya kaitan dengan hal-hal yang terkadang dialami para remaja secara umum.

Hal-hal tersebut antara lain kebiasaan menghindar dari teman dan keluarga, penurunan performa di sekolah, gangguan tidur, mudah terusik, depresi, penurunan motivasi. Selain itu juga ada soal penggunaan obat-obatan terlarang.

Namun, gejala skizofrenia pada remaja lebih menyerupai skizofrenia pada dewasa. Gejala-gejala seperti halusinasi, gangguan pola pikir, serta emosi lebih sering ditemukan dibandingkan skizofrenia pada anak.

Secara umum, sebelum gejala-gejala skizofrenia timbul, anak dan remaja dapat mengalami beberapa kelainan yang mengganggu fungsi normalnya. Hal tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya skizofrenia di kemudian hari.

Ini dapat mencakup hal-hal seperti depresi, perilaku agresif, perbuatan manik, serta sering menyendiri. Bila tidak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan, gejala-gejala tersebut dapat berkembang menjadi gejala klasik skizofrenia pada saat dewasa.

Gejala klasik pada orang dewasa antara lain gangguan pola pikir, gangguan perilaku, halusinasi (merasa mendengar suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada), dan delusi (keyakinan yang tidak sesuai dengan realita. Misalnya, merasa ada seseorang ingin menjahatinya, merasa akan dicelakai, atau merasa memiliki bakat atau kemampuan yang tidak berdasarkan realita).

Walaupun angka kejadiannya relatif jauh lebih jarang dibandingkan pada orang dewasa, skizofrenia pada anak dan remaja merupakan kondisi yang butuh penanganan dengan seksama dan berkelanjutan. Hal ini ditujukan untuk mencegah berbagai dampak negatif yang dapat timbul, yang berpotensi untuk memengaruhi masa depan mereka.

(RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar