Sukses

Cara Terbaik Merawat Bayi Prematur di Rumah

Punya bayi prematur, namun tidak percaya diri untuk merawatnya? Tenang, Anda bisa lakukan metode perawatan ini.

Tak jarang, bayi yang lahir prematur mengundang rasa khawatir tersendiri bagi para orang tua. Beberapa bayi prematur bisa mengalami masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, kesulitan makan, dan infeksi. Inilah yang menyebabkan orang tua merasa tidak percaya diri untuk merawat bayi prematur.

Namun Anda tak perlu terlalu khawatir, karena dengan perawatan khusus yang tepat, bayi prematur tetap dapat bertumbuh kembang dengan baik. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam merawat bayi prematur.

1 dari 3 halaman

Perawatan Bayi Prematur Perlu Perhatian Lebih

Bayi dikatakan prematur apabila lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Umumnya, bayi yang lahir sebelum waktunya ini memiliki berat badan lahir di bawah bayi normal.

Bayi prematur termasuk dalam bayi risiko tinggi. Belum matangnya organ-organ pada bayi prematur menyebabkan ia rentan terhadap berbagai masalah, seperti masalah pernapasan, infeksi, kedinginan (hipotermia), dan lainnya. Inilah yang kerap membuat orang tua khawatir dalam merawat bayi prematur di rumah. 

Biasanya bayi prematur membutuhkan perawatan yang lebih lama di rumah sakit selama proses stabilisasi. Jika terdapat masalah kesehatan misalnya infeksi atau masalah napas, maka tim dokter akan menangani masalah tersebut terlebih dahulu sebelum bayi diperbolehkan pulang. 

Ada pula ketentuan minimal berat badan yang diperlukan agar bayi dapat dinyatakan layak rawat jalan. Nah, jika sudah diperbolehkan pulang artinya dokter sudah menganggap bayi stabil dirawat di rumah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam merawat bayi prematur di rumah.

Artikel lainnya: 7 Penyebab Bayi Lahir Prematur

 

2 dari 3 halaman

Tips Merawat Bayi Prematur di Rumah

  1. Metode Kanguru

Bayi prematur rentan kedinginan karena cadangan lemak tubuh yang rendah. Hipotermia dapat membahayakan bagi bayi. Agar selalu hangat, metode kanguru penting untuk diketahui dan dipraktikkan oleh orang tua yang memiliki bayi prematur. Cara metode kanguru adalah sebagai berikut:

  • Bayi tidak mengenakan baju. Hanya popok, topi, serta sarung tangan dan kaki.
  • Ibu juga tidak mengenakan baju, sehingga kulit ibu akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi.
  • Bayi diletakkan di dada ibu dalam posisi tegak atau setengah tegak (diagonal).  Tubuh bayi menempel di dada ibu.
  • Atur posisi kepala-leher-badan bayi dalam satu garis, agar pernapasan bayi tidak terhalang.
  • Tangan dan kaki bayi dalam keadaan tertekuk (posisinya seperti katak).
  • Pertahankan posisi ini dengan bantuan selendang atau kain yang panjang dan mudah menyerap keringat.
  • Ibu dapat mengenakan pakaian yang longgar, sehingga bayi berada satu pakaian dengan ibu.

Artikel lainnya: ASI Melindungi Bayi Prematur dari Bakteri Usus Berbahaya

  1. Mencegah Infeksi

Bayi prematur juga memiliki daya tahan tubuh yang sangat rendah sehingga berpotensi mengalami infeksi. Untuk mencegahnya, selalu cuci tangan dengan air sebelum dan sesudah memegang bayi. 

Segera ganti popok bayi jika basah. Jaga kebersihan pakaian, tempat tidur, dan ruangan bayi. Jika bayi mendapatkan susu formula, maka jaga juga kebersihan tangan dan botol, gunakan air bersih, serta patuhi cara pembuatan susu dengan benar. 

  1. Mencegah Masalah Napas

Pastikan ventilasi udara ruangan bayi cukup, namun jangan terlalu terbuka karena akan menyebabkan bayi kedinginan. Jangan sampai ada anggota keluarga yang merokok karena itu akan membuat bayi lebih mudah mengalami infeksi saluran napas. 

Jika ada anggota keluarga mengalami batuk-pilek, maka gunakan masker dan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi. Hal-hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah masalah napas pada bayi.

Artikel lainnya: Mengapa Bayi Prematur Butuh Inkubator?

  1. Mencegah Kuning

Risiko kuning juga lebih tinggi pada bayi prematur dibandingkan dengan bayi cukup bulan. Untuk mencegah kuning, bayi harus diberikan minum yang cukup, yaitu setiap 2-3 jam sekali. 

Di pagi hari sekitar pukul 7-8, jemurlah bayi langsung ke sinar matahari dengan membuka bajunya dan menutup mata bayi. Namun, tetap perhatikan suhu bayi. Jika suhu tubuh bayi menurun, segera lakukan metode kanguru seperti yang telah dijelaskan di atas.

  1. Posisi Bayi

Posisi bayi juga penting diperhatikan. Saat bayi tidur, posisikan bayi secara telentang dengan bagian kepala dan bahu lebih tinggi 30 derajat. Posisi ini penting untuk mencegah bayi tersedak akibat susu yang naik kembali ke tenggorokan. 

Jika bayi muntah atau gumoh, posisikan kepala bayi miring kanan atau kiri untuk mencegah masuknya cairan muntah ke saluran napas bayi.

  1. Mengetahui Tanda-tanda Bahaya

Orang tua yang merawat bayi prematur juga harus mengetahui tanda-tanda bahaya. Kejang, bayi tampak tidak aktif atau selalu mengantuk, sesak napas, tampak biru, demam tinggi, muntah terus-menerus, malas minum, dan kuning yang menetap merupakan beberapa tanda bahaya bayi perlu dibawa ke dokter atau rumah sakit.

  1. Pemantauan Rutin

Pemantauan rutin berat badan badan, panjang badan, dan lingkar kepala perlu dilakukan secara rutin. Jika Anda memiliki timbangan di rumah, maka Anda dapat menimbang bayi dalam kondisi telanjang setiap pagi. Jika tidak ada, Anda dapat menimbang bayi di posyandu/puskesmas terdekat. Lakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau tumbuh-kembang bayi, imunisasi, serta melengkapi skrining pada bayi prematur.

Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar cara merawat bayi prematur, dapat berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar