Sukses

Anak Takut Hadapi Orang Baru? Ini Cara Mengatasinya

Anak Anda takut hadapi orang baru? Jangan khawatir! Bantu anak bersosialisasi dengan tip berikut ini.

Faktanya, ketakutan anak terhadap orang baru merupakan periode normal dalam perkembangan kecerdasannya. Ketakutan anak saat berhadapan dengan orang baru adalah pertanda bahwa ia sudah mulai merasakan perasaan nyaman ketika berada di lingkungan yang sudah dikenalnya.

Sebaliknya, ia akan merasa terganggu ketika harus menghadapi situasi dan orang-orang baru, di luar kesehariannya. Puncak ketakutan ini biasanya terjadi saat anak berusia 7-10 bulan, dan mulai menurun ketika menginjak usia 18 bulan.

Pada beberapa anak, permasalahan ini masih berlangsung hingga usianya 2 tahun, atau bahkan lebih. Namun, meskipun ini termasuk proses yang normal, bimbingan tepat dari orangtua dapat membantu anak melewatinya. Sehingga, anak tumbuh menjadi pribadi yang ramah dan semakin menyenangkan.

Playdate atau kegiatan bermain bersama dapat menjadi salah satu cara jitu dalam membantu anak menghadapi rasa takutnya saat bertemu orang baru.

Meski terlihat sederhana, namun playdate tidak bisa dilakukan sembarangan. Ini triknya:

  1. Lakukan playdate di rumah, bersama orang terdekat

Alih-alih mencari tempat bermain yang sedang tren, ada baiknya playdate dilakukan di rumah sendiri. Dengan demikian, kegiatan bertemu orang baru akan menjadi kegiatan yang lebih nyaman bagi anak, karena diadakan di tempat yang dikenal olehnya.

Mulailah dengan mengundang teman terdekatnya. Setelah anak lebih luwes bersosialisasi, Anda dapat mulai mengajak teman baru atau membawa anak bermain ke tempat permainan umum di luar rumah.

  1. Dampingi anak secara fisik dan psikis

Bagi beberapa anak, berhadapan dengan orang baru bisa menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Permudah proses belajar ini dengan mendampinginya secara fisik dan psikis.

Pegang tangannya ketika ia mengahadapi orang baru, agar anak merasa lebih nyaman. Lalu, Anda dapat membuka pembicaraan dengan menengahi perkenalan anak dengan orang tersebut.

  1. Gunakan ikon favorit anak

Mengijak usia balita, biasanya anak sudah memiliki ikon atau karakter favoritnya sendiri –misalnya tokoh kartun Frozen atau Cars.

Meski terlihat biasa, pengunaan ikon favorit sebagai media perkenalan dapat menjadi suatu yang efektif. Karena penggunaan ikon favorit ini dapat menjadi objek pembicaraan untuk mempermudah komunikasi antara anak dengan teman barunya.

Sebesar apapun usaha yang dilakukan, kemajuan kemampuan anak dalam hadapi orang baru sangat bervariasi. Sebagian melewati proses ini dengan waktu yang cepat, dan sebagian lainnya membutuhkan waktu yang lebih lama. Kuncinya ada pada kesabaran. Semoga anak Anda belajar proses bersosialisasi dengan lancar!

(NB/ RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar