Sukses

Konsultasi dengan Dokter Kini Tak Perlu Tatap Muka

Kini konsultasi kesehatan hanyalah sejauh genggaman semata. Ini bisa terjadi berkat perkembangan smartphone yang terkoneksi dengan internet.

Layanan kesehatan digital merupakan sarana media komunikasi untuk menyampaikan berbagai informasi seputar kesehatan. Informasi kesehatan yang sebelumnya hanya ada di dalam otak dokter kini terpampang bebas di situs-situs dan aplikasi kesehatan Konsultasi online.

Dahulu pasien hanya mendapatkan informasi kesehatan yang sangat terbatas melalui tatap muka dengan dokter yang ditemuinya. Kini dengan adanya keberadaan aplikasi layanan kesehatan digital, pasien memiliki keleluasaan lebih banyak mendapatkan informasi kesehatan hanya sebatas genggaman semata tanpa terpaut jarak dan waktu. 

“Terkadang dokter kurang bisa menjelaskan suatu kondisi medis dalam bahasa yang mudah dimengerti pasien. Layanan kesehatan digital dapat membantu mereka agar lebih paham serta tidak salah persepsi terhadap pesan yang disampaikan komunikator, yaitu: dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya. Di sinilah layanan kesehatan digital sangat bermanfaat untuk memperjelas pesan yang dimaksud oleh dokter,” ungkap Konsultan Komunikasi, Dr. Aqua Dwipayana dalam Seminar “Mencari Layanan Kesehatan Digital yang Etis dan Pro-Publik” yang diadakan oleh Forum Ikatan Alumni Kedokteran Se-Indonesia (FIAKSI) pada tanggal 17 Januari 2017 lalu.

Namun, tidak semua informasi kesehatan yang ada di dunia maya itu valid dan dapat dipercaya. Tak jarang, berita hoax terkait kesehatan pun ditemui. Tentunya ini dapat sangat membahayakan bagi pasien itu sendiri.

“Salah satu kekurangan dari kemajuan akses informasi digital adalah berita bohong dapat tersebar dengan cepat, yang kemudian membuat masyarakat resah,” tuturnya..

Menghadapi berita hoax dalam dunia kesehatan, dokter harus berperan sebagai navigator dan konselor untuk memberikan klarifikasi terhadap informasi yang salah. Dalam hal ini, fitur konsultasi online secara real-time akan sangat bermanfaat.

Interaksi antara dokter dan pasien melalui layanan kesehatan digital seringkali tidak melalui tatap muka langsung. Pakar Komunikasi yang juga penulis Buku Bestseller: The Power of Silaturahim, Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi ini menyatakan bahwa untuk mengembangkan, menumbuhkan, dan memelihara hubungan dalam jangka panjang, penting untuk selalu menjaga kredibilitas, komitmen, dan konsistensi. Ketiga hal ini pun berlaku dalam komunikasi dokter-pasien dalam jangka panjang sekalipun bersifat virtual. Karena sejatinya, hubungan dokter-pasien adalah hubungan kepercayaan.

(DA/ RH) 

Baca Juga:

1 Komentar