Sukses

Waspada! Nyeri Tulang Belakang Kerap Menyerang Usia Muda

Siapa bilang sakit tulang belakang cuma menyerang orang tua? Penyakit ini juga mengintai usia muda, lho! Simak penyebab sakit tulang belakang usia muda di sini.

Kebanyakan orang yang masih muda sering kali menganggap sakit tulang belakang hanya dialami oleh orang tua. Padahal, sakit tulang belakang usia muda juga bisa terjadi, contohnya pada umur 20-30an. 

Nyeri tulang belakang yang dialami tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga menurunkan kualitas hidup. Apa saja yang menyebabkan sakit tulang belakang usia muda?

1 dari 2 halaman

Penyebab Tulang Belakang Sakit pada Usia Muda

Terdapat kondisi-kondisi khusus yang bisa membuat tulang belakang sakit di umur yang masih muda. Berikut ini beberapa yang perlu Anda ketahui:

  1. Otot yang Tegang

Salah satu penyebab sakit tulang belakang usia muda yang paling sering terjadi adalah otot yang tegang. 

Kondisi ini bisa terjadi karena mengangkat benda yang berat, olahraga berlebih, dan pergerakan mendadak hingga menyebabkan otot “terpuntir”. 

Ligamen dan otot punggung dapat meregang, bahkan mengalami robekan kecil hingga menyebabkan sakit di area tulang belakang. 

Selain itu, keluhan yang dapat timbul antara lain sulit berjalan dan berdiri tegak tanpa rasa nyeri, kaku pada area tersebut, nyeri saat disentuh atau ditekan, dan nyeri tidak menjalar ke kaki tapi dapat menjalar ke punggung bawah hingga bokong. 

Umumnya, kondisi ini dapat hilang sendiri dengan cara beristirahat, menempelkan es atau benda hangat, dan obat antinyeri. 

Artikel lainnya: Tulang Sering Nyeri, Tanda TBC Tulang?

  1. Penyakit Diskus Degeneratif 

Diskus tulang belakang terletak antar tulang. Fungsinya untuk menjaga tulang belakang berada di posisi yang seharusnya, untuk “mengikat” antar tulang di tulang belakang, dan memungkinkan tulang belakang melakukan pergerakan. 

Meski sering dialami di usia tua, namun penyakit diskus degeneratif juga dapat terjadi di usia muda mulai dari usia 20an. Penyebabnya bisa karena ada cedera atau faktor genetik. 

Jika diskus antar tulang mengalami kerusakan, maka dapat menyebabkan terjadinya peradangan, tulang belakang tidak stabil, dan kekakuan otot. 

Gejala yang dapat dialami antara lain sakit tulang belakang yang memburuk saat duduk, kaku otot yang dapat berlangsung beberapa hari hingga beberapa bulan, berjalan akan terasa lebih nyaman dibandingkan duduk atau berdiri, dan mengubah posisi dapat mengurangi keluhan nyeri. 

  1. Hernia Nukleus Pulposus (HNP) 

Hernia nukleus pulposus (HNP) adalah suatu keadaan di mana sebagian atau seluruh bagian dari nukleus pulposus mengalami penonjolan ke dalam kanalis spinalis. Nukleus pulposus adalah bantalan lunak di antara ruas-ruas tulang belakang. 

HNP sering kali disebut juga dengan “saraf terjepit”. Salah satu faktor risiko HNP adalah pekerjaan, seperti terlalu sering mengangkat beban berat, sehingga menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan menyebabkan penonjolan nukleus pulposus. 

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh adanya riwayat cedera atau terjatuh. HNP umumnya terjadi di daerah lumbal (tulang belakang bagian bawah), paling sering di L3-L5. 

Gejala yang muncul berupa nyeri kronis pada tulang belakang. Biasanya terasa hebat pada lokasi penjepitan saraf, kesemutan/baal, nyeri dapat menjalar ke paha atau kaki, gangguan buang air kecil atau disfungsi seksual, sampai kelemahan anggota tubuh atau kelumpuhan. 

Nyeri biasanya dipicu oleh perubahan posisi tubuh, membungkuk, batuk, mengejan, mengangkat beban, atau suhu dingin.

Artikel Lainnya: Waspada! Nyeri Tulang Belakang Kerap Menyerang Usia Muda

  1. Spondilolistesis

Sakit tulang belakang usia muda juga bisa disebabkan oleh kondisi ini. Adanya trauma atau cedera pada tulang belakang dapat menyebabkan terjadinya spondilolistesis

Bahkan, kondisi ini dapat dialami oleh orang usia muda yang sehat. Pada spondilolistesis, salah satu ruas tulang belakang bergeser dari tempatnya sehingga mencederai jaringan dan saraf di sekitarnya. 

Hal ini menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada daerah leher, serta punggung atas dan bawah, tergantung lokasi tulang yang terkena. 

Beberapa gejala yang dapat dialami antara lain nyeri punggung bawah yang semakin berat saat beraktivitas dan berdiri lalu sering membaik dengan berbaring, nyeri pada punggung bawah dan area paha, ketegangan otot, kekakuan pada punggung, serta rasa nyeri dan kebas pada area yang terkena.  

Bagi yang masih muda, perlu berhati-hati karena sakit tulang belakang usia muda tetap bisa terjadi. Bila mengalami gejala-gejala di atas yang tak kunjung membaik, konsultasikan lebih lanjut ke dokter spesialis ortopedi atau via LiveChat dengan dokter di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar