Sukses

Awas Infeksi Mata Gara-Gara Eyeliner!

Eyeliner menjadi andalan untuk merias mata. Tapi awas, memakai eyeliner disinyalir memicu infeksi mata. Benarkah demikian?

Sebagai seorang wanita, pastinya tidak jauh dari memakai makeup atau riasan wajah setiap harinya. Meskipun ada beberapa wanita jarang menggunakan makeup, riasan natural setiap hari biasanya tidak lepas dari penggunaan eyeliner.

Eyeliner memiliki peranan penting bagi wajah. Setiap bentuk eyeliner yang dibuat, dapat memberikan efek tertentu pada mata sehingga menjadi lebih ekspresif.

Namun, jika penggunaannya atau cara membersihkannya tidak tepat, eyeliner justru dapat menyebabkan infeksi mata, lho! Bahkan, jika kondisi infeksi tidak ditangani dengan baik, iritasi pada mata dapat semakin berat hingga menyebabkan kebutaan.

 

1 dari 3 halaman

Gunakan Eyeliner Bisa Sebabkan Infeksi Mata?

Mendengar hal ini, pastinya membuat kita merasa takut dan enggan menggunakan eyeliner kembali. Akan tetapi, apakah setiap menggunakan eyeliner pasti dapat menyebabkan infeksi mata? Tentu tidak. Mari kita bahas lebih lanjut.

Eyeliner biasanya digunakan pada tepi kelopak mata bagian atas dan tidak jarang juga digunakan pada tepi kelopak mata bagian bawah. Penggunaan eyeliner dapat mempertegas bentuk mata dan membuatnya terlihat indah.

Di tepi kelopak mata bagian atas maupun bawah, terdapat beberapa saluran di mana kelenjar dapat mengeluarkan sekret. Ini adalah salah satu bagian dari air mata sehingga dapat melapisi kornea menjadi tidak mudah kering.

Selain itu, pada bagian tepi tersebut merupakan tempat tumbuhnya bulu mata yang dapat melindungi mata dari debu atau berbagai benda asing lainnya. Benda asing masuk dan terkena langsung dan membahayakan mata.

Jika menggunakan atau membersihkan eyeliner dengan tidak benar, bisa menyebabkan sumbatan pada kelenjar sehingga dapat menyebabkan gangguan sekresi salah satu komponen air mata. Alhasil, nantinya mata lebih mudah kering.

Ketika kondisi mata kering yang dialami cukup berat dan tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat memicu iritasi pada mata dan berisiko terjadi infeksi mata.

Saat terdapat luka atau infeksi pada kornea, ini juga berisiko memengaruhi fungsi penglihatan dan berisiko menyebabkan kebutaan, lho!

Selain itu, sumbatan pada kelenjar di kelopak mata juga berisiko menyebabkan bintitan. Bukannya malah mempercantik diri, jika penggunaannya salah, eyeliner justru bisa menurunkan kepercayaan diri kalau sampai menimbulkan bintitan.

Ketika membersihkan eyeliner tidak benar atau terlalu dipaksa, kondisi ini juga dapat menyebabkan kerontokan dan dapat kebotakan pada bulu mata.

Bulu mata yang botak, berisiko menyebabkan debu atau benda asing lainnya mengenai bola mata. Akhirnya, dapat memicu iritasi atau infeksi khususnya kornea. Hal ini juga dapat memengaruhi fungsi penglihatan seseorang jika terjadi.

Artikel Lainnya: Sering Pakai Kosmetik Oplosan Bisa Picu Kanker Kulit?

2 dari 3 halaman

Perhatikan Ini Sebelum Memakai Eyeliner

Penggunaan eyeliner tidak dilarang. Namun, penggunaan dan cara membersihkannya harus benar. Oleh karena itu, perhatikan beberapa hal ini sebelum menggunakan eyeliner pada tepi kelopak mata Anda.

  1. Usia Eyeliner

Sama halnya dengan produk olahan makanan dan minuman, makeup juga memiliki tanggal kedaluwarsa. Setelah produk dibuka, pada kemasan biasanya terdapat anjuran waktu terbaik produk kosmetik tersebut dapat digunakan.

Kosmetik untuk mata, termasuk eyeliner, umumnya tidak berusia panjang. Eyeliner idealnya digunakan dalam 3-4 bulan setelah dibuka dari kemasannya.

Sebaiknya, ganti produk setelah lewat dari durasi waktu tersebut untuk dapat menghindari iritasi maupun risiko infeksi pada mata.

  1. Kebersihan

Sangat penting untuk menjaga kebersihan sebelum menggunakan riasan pada wajah. Selain mencuci tangan, Anda wajib membersihkan daerah sekitar mata sebelum pakai eyeliner.

Jika wajah dan tangan bersih, ini dapat membantu menghindari perpindahan kuman dari tangan ke wajah serta mencegah infeksi lebih lanjut pada mata.

Penyimpanan eyeliner dan riasan wajah lainnya juga harus diperhatikan agar berada di tempat yang bersih, tidak lembab maupun terkena matahari secara langsung.

Artikel Lainnya: Rutin Eyelash Extension, Adakah Dampaknya bagi Kesehatan?

  1. Jangan Bertukar Pinjam

Sangat tidak disarankan berbagi penggunaan alat makeup maupun kosmetik dengan orang lain. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan atau perpindahan bakteri maupun virus yang dapat memicu terjadinya infeksi mata.

  1. Hindari Pakai di Kelopak Mata Dalam

Ketika menggunakan eyeliner, sebaiknya hindari  pakai di bagian dalam kelopak mata atau yang sering disebut dengan waterline. Hal ini karena memakai di area tersebut dapat meningkatkan infeksi pada mata.

Pemakaian dengan cara tersebut juga dapat membuat 15-30% partikel eyeliner masuk ke dalam mata dan menyebabkan iritasi.

  1. Rajin Bersihkan

Selain penggunaannya harus tepat, eyeliner maupun riasan mata lainnya harus dibersihkan dengan baik. Hindari menggosok atau memaksa membersihkan daerah tersebut karena dapat menyebabkan iritasi dan kerontokan bulu mata.

Disarankan menggunakan kapas kosmetik yang telah diberi cairan pembersih khusus riasan.

Tempelkan kapas pada kelopak mata sekitar 30 detik hingga 1 menit, kemudian sapukan ke arah bawah. Langkah ini dapat diulang beberapa kali hingga kelopak mata bersih dari riasan.

Artikel Lainnya: Menilik Bahaya Kosmetik bagi Ibu Hamil

Hentikan Jika...

Jika Anda memiliki keluhan mata merah atau peradangan pada kelopak mata, sangat tidak disarankan menggunakan riasan di sekitar mata. Makeup ini hanya dapat memperberat infeksi yang ada.

Selain itu, jika Anda mengalami iritasi pada kelopak maupun bola mata seperti mata merah, bengkak, gatal, berair, dan banyak kotoran mata, segera hentikan penggunaan eyeliner dan riasan lainnya.

Riasan pada wajah, khususnya eyeliner memang dapat menunjang penampilan. Namun tetap harus menggunakan dan membersihkannya dengan cara yang benar untuk menghindari terjadinya iritasi maupun infeksi pada mata.

Untuk tahu informasi lebih lanjut penggunaan eyeliner, riasan mata, atau riasan wajah lainnya yang aman, silakan konsultasi ke dokter. Untuk lebih praktisnya, konsultasi secara online lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar