Sukses

Amankah Susuk dari Sudut Pandang Medis?

Konon, susuk dapat membuat seseorang terlihat lebih menarik dan membawa keberuntungan. Bagaimana dunia medis memandang hal ini?

Susuk merupakan ‘jarum bermantra’ yang dimasukkan ke area bawah kulit –bisa pada wajah ataupun bagian tubuh lainnya. Banyak yang percaya bahwa susuk dapat membuat seseorang awet muda, menambah karisma, dan mendatangkan keberuntungan.

Selain itu masih banyak hal lain yang membuat beberapa orang tertarik untuk ‘menanam’ susuk. Seperti kemampuan susuk untuk meredakan nyeri kepala, nyeri pada punggung, perut, dan persendian.

Praktik susuk umum ditemukan di Asia Tenggara, sebagai bagian dari kepercayaan spiritual lokal. Biasanya susuk akan dimasukkan oleh seorang dukun, tanpa bantuan obat bius. Prosedur ini dapat membuat pasien merasa nyeri, bahkan bisa timbul perdarahan ringan.

Mirip akupunktur? Tidak! Susuk benar-benar berbeda dengan terapi akupunktur. Pada terapi akupunktur, jarum yang digunakan lebih panjang dan besar sehingga dapat terlihat. Sementara itu, susuk tidak akan terlihat dari luar dan tidak teraba.

Masih ada perbedaan lain antara keduanya. Jarum akupunktur pun akan dicabut setelah terapi. Sedangkan jarum susuk dibiarkan atau ditanam di bawah kulit.

Meski susuk sudah dikenal selama bertahun-tahun, sebenarnya informasi mengenai pemakaian susuk hingga saat ini sangat minim. Anggapan bahwa susuk merupakan hal yang tabu dan haram, membuat pengguna dan orang yang memasang biasanya tak ingin dikenali.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, pemakaian susuk dapat dikenali dengan pemeriksaan medis. Susuk yang terbuat dari metal akan tampak pada pemeriksaan radiologi.

Walaupun susuk merupakan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, hingga saat ini belum ada laporan mengenai infeksi atau efek tak diinginkan dari penggunanya. Hal tersebut cukup mengejutkan mengingat kebersihan dari pemasangan susuk cukup meragukan.

Tidak diketahui dan tak ada jaminan bahwa prosedur pemasangan ini dilakukan secara steril. Misalnya dengan membakar jarumnya atau merendam dalam alkohol. Begitu juga dengan lokasi tempat prosedur dilakukan, apakah cukup higienis atau tidak.

Pada kasus kecelakaan, susuk dapat menyebabkan salah diagnosis. Dokter bisa saja mengira susuk sebagai suatu benda asing yang masuk ke dalam tubuh akibat dari kecelakaan tersebut. Ditambah pula, pengguna susuk jarang mau mengakui bahwa ia memakai susuk.

Walaupun tidak ditemukan efek buruk dari penggunaan susuk, sebaiknya Anda tetap berhati-hati. Jika mengalami keadaan darurat, seperti kecelakaan, informasikan hal ini pada tenaga medis. Dengan demikian Anda akan terhindar dari kesalahan diagnosis.

(TT/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar