Sukses

Tanda-tanda Tahi Lalat Berbahaya

Bukan sekadar bintil hitam biasa, tahi lalat juga bisa menjadi pertanda bahaya! Seperti apa sih gejala tahi lalat yang berbahaya? Cari tahu di sini!

Tahi lalat sering kali memang tidak berbahaya. Karena itulah, sebagian besar orang tidak terlalu ambil pusing pada bintik hitam kecokelatan yang muncul di permukaan kulit. Tapi ternyata, ada jenis yang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Apa saja gejala tahi lalat yang berbahaya? Ini penjelasannya.

Sekilas tentang Tahi Lalat

Tahi lalat, atau dikenal dengan istilah nevus pigmentosus, adalah noda hitam yang biasanya berbentuk bintil pada kulit. Kemunculannya bisa terjadi di berbagai area kulit, seperti lengan, tungkai, wajah, atau pun punggung.

Bintik kehitaman ini terjadi akibat melanosit (sel yang memproduksi pigmen kulit) berkumpul di satu lokasi. 

Akibatnya, melanin (pigmen kulit) di daerah tersebut menjadi lebih banyak sehingga warnanya berbeda dengan kulit sekitarnya. Pada sebagian besar kasus, berlebihnya jumlah melanosit tersebut merupakan bawaan lahir.

Kemunculan tahi lalat sebenarnya adalah hal normal dan bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan, berdasarkan sebuah penelitian di Skotlandia, seseorang bisa memiliki tahi lalat sebanyak 33 pada perempuan dan 22 pada laki-laki di usia 20-29 tahun. Cukup banyak, bukan?

Namun demikian, yang harus diketahui, ada bahaya tahi lalat yang merupakan bentuk dari melanoma atau keganasan pada kulit. Ini merupakan kanker kulit terganas karena sangat mudah menyebar ke organ tubuh yang lain, seperti paru dan otak.

Artikel Lainnya: 4 Gejala Kanker Kulit yang Perlu Anda Tahu

1 dari 3 halaman

Gejala Tahi Lalat yang Berbahaya

Tahi lalat yang tidak berbahaya umumnya berbentuk bulat atau oval, dengan batasan halus. 

Diameternya jarang melebihi 6 milimeter. Beberapa perubahan yang dapat terjadi pada tahi lalat, termasuk perubahan ukuran, bentuk, warna, terjadi perdarahan, rasa gatal atau nyeri yang tiba-tiba timbul.

Salah satu cara mudah untuk membedakan tahi lalat yang tidak berbahaya dari melanoma adalah dengan akronim ABCDE. Berikut pengertian dari akronim tersebut.

  • A – Asymmetrical (Asimetris)

Pada melanoma, umumnya didapatkan bentuk yang tidak simetris dan tidak teratur. Berbeda dengan tahi lalat jinak, yang umumnya berbentuk bulat atau oval.

  • B – Border (Batas)

Selain dari bentuknya, Anda juga bisa memperhatikan batas atau pinggiran tahi lalat. Batas melanoma umumnya menonjol atau tidak teratur.

  • C – Color (Warna)

Berbeda dengan tahi lalat jinak yang umumnya sewarna, melanoma umumnya memiliki campuran dari setidaknya dua warna yang dapat dibedakan.

  • D – Diameter

Selain bentuknya tidak teratur, Anda wajib curiga jika tahi lalat berukuran cukup  besar. Diketahui,  diameter melanoma umumnya lebih dari 6 milimeter.

  • E – Enlargement or Elevation (Pembesaran atau Elevasi)

Pada melanoma, umumnya tahi lalat akan membesar seiring berjalannya waktu. Terkadang juga didapatkan adanya penonjolan dari tahi lalat tersebut.

Artikel Lainnya: Perbedaan Tahi Lalat Biasa dan Kanker Melanoma

2 dari 3 halaman

Faktor Risiko Melanoma

Penyebab pasti melanoma hingga kini belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami melanoma, yaitu:

  • Muncul banyak bintik di kulit setelah terpapar sinar matahari.
  • Memiliki tahi lalat yang banyak.
  • Sering terpapar sinar matahari.
  • Usia tua.
  • Adanya keluarga yang mengalami melanoma (faktor genetika).
  • Ada riwayat transplantasi organ.

Apabila Anda punya faktor risiko dan mendapati gejala-gejala di atas pada tubuh Anda, segeralah konsultasikan dengan dokter. Jika dokter menemukan kecurigaan, Anda akan diminta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Meski kebanyakan tidak berbahaya, tahi lalat juga perlu diamati secara rutin. Apabila menemukan gejala tahi lalat berbahaya di atas dan perubahan mencolok lainnya, Anda dapat segera menemui dokter. 

Masih ada pertanyaan seputar masalah kulit lainnya? Yuk, manfaat layanan LiveChat 24 jam hanya di aplikasi KlikDokter!

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar