Sukses

Cara Membersihkan Telinga yang Tepat

Apakah Anda merasa perlu membersihkan telinga karena banyak kotorannya? Awas, jangan dilakukan sembarangan! Ini cara yang tepat.

Telinga kotor dan merasa perlu dibersihkan? Awas, jangan sembarangan! Cara membersihkan telinga yang tidak tepat justru dapat membuat telinga Anda tersumbat atau bahkan terluka. Anda tidak ingin demikian, bukan?

Perlu diketahui, kotoran telinga atau serumen adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar sebasea di dalam liang telinga. Selain berfungsi menjaga kelembapan telinga bagian dalam, serumen juga turut mencegah partikel berbahaya masuk ke dalam telinga.

Terpikir untuk membersihkannya? Sebaiknya urungkan dahulu niat Anda. Pasalnya, telinga dapat membersihkan kotoran (serumen) dengan sendirinya. Dengan demikian, Anda sebenarnya tidak perlu membersihkan telinga secara rutin, apalagi menggunakan cotton swab atau cotton bud.

Penggunaan cotton bud, cotton swab ataupun pinset telinga justru dapat menyebabkan sumbatan atau gumpalan serumen. Lebih parah lagi, benda-benda tersebut juga dapat menyebabkan cedera pada gendang telinga dan menyebabkan ketulian.

Jika benar-benar ingin membersihkan telinga, ini yang harus Anda lakukan:

  1. Kain atau tisu

Bersihkan bagian luar telinga dengan tisu atau kain bersih berbahan halus.

  1. Cairan pelunak serumen

Untuk serumen yang keras dan padat, masukkan cairan serumenolitik (cairan untuk melarutkan serumen) ke dalam liang telinga.

Anda dapat menggunakan baby oil, mineral oil, glycerin, tetes telinga berbahan peroxida, hydrogen peroxide, dan larutan garam. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum memilih cairan pelunak serumen yang tepat.

  1. Irigasi

Irigasi dapat dilakukan dengan menggunakan suntikan (spuit) yang telah diisi air atau larutan salin (garam). Sebaiknya, gunakan air hangat yang sesuai dengan suhu tubuh Anda untuk mencegah pusing.

Irigasi dilakukan setelah serumen dilunakkan dengan cairan serumenolitik. Tindakan ini tidak boleh dilakukan pada orang yang dicurigai atau memiliki perforasi (lubang) di gendang telinga. Sebelum melakukannya, konsultasikan dahulu tindakan ini dengan dokter.

  1. Menggunakan alat khusus

Serumen dapat diangkat dengan alat khusus, yang biasanya dimiliki oleh dokter –seperti sendok serumen, forsep, atau alat penghisap.

Sedangkan untuk terapi ear candle, ini adalah cara membersihkan telinga yang tidak disarankan. Selain efektivitasnya tidak terbukti secara ilmiah, terapi ini juga berpotensi menyebabkan luka bakar dan cedera pada telinga.

Jika produksi serumen Anda tergolong banyak, kunjungilah dokter spesialis THT setiap enam bulan untuk membersihkan telinga Anda secara berkala.

Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara membersihkan telinga yang baik dan benar, bukan? Mulai saat ini, jangan pernah gunakan cotton bud, pinset, ataupun ear candle untuk membersihkan kotoran telinga, ya!

(NB/MFW)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar