Sukses

Ketahui Penyebab Kesemutan Saat Olahraga

Saat olahraga, tidak jarang tangan atau kaki kita mengalami kesemutan. Sebenarnya, apa penyebab kesemutan saat olahraga?

Kesemutan saat olahraga umumnya disebabkan oleh terganggunya persarafan maupun pembuluh darah. Dalam bentuk paling ringan dan aman, kesemutan dapat terjadi akibat tali sports bra yang terlalu ketat, misalnya, atau karena tekanan darah yang berubah-ubah secara cepat saat berolahraga.

Anda harus memperhatikan apabila kesemutan disertai dengan gejala lain seperti nyeri. Atau, apabila nyeri maupun kesemutan tidak berkurang setelah Anda berhenti berolahraga.

Berikut beberapa penyebab kaki kesemutan saat olahraga yang perlu Anda waspadai:

1 dari 4 halaman

1. Perubahan Kadar Oksigen

Zat yang paling dibutuhkan oleh manusia saat olahraga adalah oksigen, agar dapat mencapai jantung, pembuluh darah dan terutama otot-otot yang sedang digunakan saat berolahraga.

Apabila intensitas olahraga berubah drastis secara mendadak, maka berarti tubuh belum beradaptasi dan belum siap akan kebutuhan asupan oksigen yang meningkat tersebut.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Kesemutan Saat Olahraga

Anda akan merasakan ujung tangan dan kaki kesemutan karena letaknya yang berada di ujung dan jauh dari jantung. Perhatikan apa yang Anda lakukan, dan jangan mengubah intensitas secara mendadak.

2. Perubahan Kadar Elektrolit

Penyebab kesemutan saat olahraga bisa berhubungan dengan kadar elektrolit. Pasalnya, pergerakan otot saat berolahraga membutuhkan elektrolit agar saraf dan otot mampu berkoordinasi dengan baik, tubuh dapat mengatur kadar pH darah, tekanan darah, serta cairan tubuh.

Jika terjadi ketidakseimbangan elektrolit, Anda akan merasakan kram dan kelemahan otot, dan tak jarang menjadi kesemutan.

Elektrolit akan berkurang dari dalam tubuh melalui keringat yang dihasilkan, sehingga pastikan untuk menggantinya dengan meminum cukup air maupun minuman olahraga yang mengandung berbagai ion setelah olahraga. Dengan demikian, Anda dapat menggantikan ion yang hilang dan tidak mengalami dehidrasi.

2 dari 4 halaman

3. Neuropati Perifer

Kesemutan saat olahraga dapat menjadi gejala dari beberapa penyakit tertentu. Salah satunya yakni neuropati perifer.

Neuropati perifer terjadi ketika terdapat kerusakan pada ujung-ujung saraf seseorang yang sudah memiliki penyakit yang mendasari, contohnya diabetes mellitus.

Artikel Lainnya: Kesemutan Saat Menyetir: Penyebab dan Solusinya

4. Multiple Sclerosis (MS)

Kondisi lain yang dapat menyebabkan timbulnya kesemutan saat olahraga adalah multiple sclerosis, di mana saraf pada tubuh seseorang mengalami kerusakan.

Hal tersebut membuat Anda merasa baal pada bagian tubuh yang sedang mengalami cedera mikro. Nah, cedera mikro ini dapat terjadi saat berolahraga. 

3 dari 4 halaman

5. Siatika

Rasa kesemutan turun dari punggung bawah hingga salah satu tungkai bawah? Jika ini terjadi, kemungkinan Anda mengalami siatika.

Saraf siatikus, saraf terbesar di dalam tubuh Anda terdapat pada panggul dan menurun hingga paha, dan bercabang menjadi dua bagian lebih kecil. Ketika saraf tersebut tertekan, Anda dapat merasakan nyeri maupun kesemutan sesuai penjalaran saraf tersebut.

Terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesemutan saat olahraga tergantung dari jenis penyebab terjadinya kesemutan saat olahraga. Sebaiknya Anda melakukan pemanasan dan gerakan pernapasan sebelum meningkatkan intensitas olahraga, agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dengan peningkatan kebutuhan oksigen.

Bila tubuh sudah melakukan adaptasi dengan melakukan pemanasan dan gerakan pernapasan tersebut, diharapkan kesemutan saat olahraga dapat dihindari. Selain itu, asupan cairan juga penting untuk diperhatikan dan dijaga saat Anda berolahraga agar tubuh tidak kekurangan cairan.

Pegal pada otot dapat mereda dengan istirahat, sedangkan kesemutan harus lebih Anda waspadai. Apabila Anda merasakan kesemutan setiap kali berolahraga, konsultasikan kepada dokter. 

Apabila ingin bertanya lebih lanjut mengenai keluhan kesemutan saat olahraga, konsultasikan langsung dengan dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar