Sukses

Benci dan Cinta Itu Tipis

Pernah mendengar frase tersebut? Bahwa benci dan cinta itu tipis bedanya. Ternyata ada latar belakang medis dan ilmiah yang melatarbelakangi itu semua. Berikut penjelasan dr. Devina Nova Estikaratri disini.

KlikDokter.com - Pernah mendengar frase tersebut? Bahwa benci dan cinta itu tipis bedanya. Ternyata ada latar belakang medis dan ilmiah yang melatarbelakangi itu semua. Salahkan ‘Oxytocin’, satu hormon yang berperan mengendalikan dua perasaan yang berlawanan ini.

Hormon ajaib yang banyak diproduksi pada saat berhubungan seksual, melahirkan dan menyusui ini pada awalnya diperkaya hanya dapat meningkatkan perasaan positif saja seperti hubungan cinta antar pasangan atau keluarga. Namun beberapa penelitian membuktikan bahwa hormon yang sama juga berperan saat kita iri, dengki atau cemburu.

Dewasa ini, bentuk sintetik dari hormon oxytocin yang diberikan secara inhalasi terbukti dapat meningkatkan rasa percaya, kontak mata, tenggang rasa ataupun penghargaan terhadap orang lain.

Lucunya berbagai perasaan negatif sebagaimana tergambar dalam film ‘Mean Girls’, yang menceritakan tentang kisah sekelompok gadis SMU yang saling membenci, secara ilmiah terbukti juga dipengaruhi oleh hormon yang sama.

1 dari 2 halaman

Benci Apa Sebenarnya Cinta?

benci, cintaOleh karena itu, bersikap bijak dan kendalikanlah si hormon ajaib ini di dalam tubuh Anda. Telaah kembali sebelum Anda memutuskan untuk membenci seseorang tanpa sebab, karena ternyata rasa benci yang timbul itu bisa saja dipicu oleh rasa kagum, dan kemudian berujung pada iri hati atau kemarahan.

Aktivitas otak di kala marah dan selama merasakan emosi positif menunjukkan aktivitas yang sama. Coba eliminasi rasa sombong dan angkuh ketika kita menilai seseorang, jangan pernah merasa mendapatkan kesenangan dari kemalangan orang lain. Oxytocin kita, kita pun yang mengendalikan.

0 Komentar

Belum ada komentar