Sukses

Tips Menangani Anak yang Tak Mau Ditinggal di Sekolah

Anak baru pertama kali pergi ke sekolah. Sayangnya, rewel karena tidak mau ditinggal. Supaya hal ini tidak terjadi lagi dan rewel mereda, siasati, yuk!

Bunda pasti bingung dan merasa serba salah kan ketika anak tidak mau ditinggal di sekolah? Kejadian seperti ini memang jadi permasalahan umum yang kerap kali terjadi. Meski kondisi ini bukan lagi hal aneh, anak yang tidak mau ditinggal di sekolah memang sering buat orang tua jadi pusing. Bagaimana cara mengatasinya?

Dari KlikDokter, dr. Theresia Rina Yunita mengatakan bahwa sebelum Anda mencari tahu bagaimana cara mengatasi anak yang tidak mau ditinggal di sekolah, pertama-tama ketahui dulu penyebab, mengapa anak tetap ingin didampingi di sekolah.

“Umumnya, anak yang tidak mau ditinggal di sekolah memiliki alasan tertentu. Bisa karena cemas, takut dengan lingkungan baru, terlalu terbiasa nempel dengan orang tua, trauma, atau justru takut dengan teman-temannya,” ujar dr. Theresia pada KlikDokter.

Kejadian anak belum berani ditinggal di sekolah memang hal yang wajar apabila hanya terjadi sesekali. Asalkan anak semakin mudah ditinggal di sekolah. Namun, jika terjadi terus-menerus selama setidaknya dua minggu sampai sebulan lebih, maka ini bisa jadi ada yang salah dengan kondisi anak.

Artikel Lainnya: Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Sekolah?

Hal yang sering menyebabkan frustasi para orang tua adalah karena kesulitan untuk mengetahui apa penyebabnya. Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina, berikut beberapa penyebab yang mungkin bisa jadi alasan mengapa anak tidak mau ditinggal di sekolah:

Adanya Gangguan Perpisahan

Kondisi ini merupakan salah satu masalah psikis yang sering dialami anak-anak yang baru mulai sekolah. Biasanya ini terjadi pada anak yang punya hubungan sangat erat dengan orang tuanya, sehingga berpisah sementara waktu pun jadi sangat berat baginya.

“Ketika anak mengalami gangguan ini, mereka bisa melakukan berbagai cara agar ia tidak ditinggal. Mulai dari menangis, bertingkah laku yang bikin orang tua frustasi, sampai alasan tidak mau sekolah bisa mereka lontarkan. Itu semua ia lakukan agar Anda tidak meninggalkannya sendiri di sekolah, ” ujar dr. Theresia Rina.

Takut dengan Lingkungan

Takut dengan lingkungan atau bisa disebut dengan fobia sosial juga bisa jadi alasan. Dalam kondisi ini, hal yang mendasari anak enggan ditinggal di sekolah adalah karena anak mengalami kekhawatiran berlebihan bahwa ia akan dipermalukan di sekolah.

Pada kondisi fobia sosial, anak biasanya tetap bersemangat untuk pergi ke sekolah. Tetapi saat sampai di sekolah, anak mulai menunjukkan keluhan fisik seperti sakit perut, mual, muntah, pusing, atau keluhan lainnya. Hal ini dikarenakan cemas yang berlebihan, sehingga berpengaruh pada kondisi fisiknya.

Adanya Trauma di Sekolah

Penyebab lainnya adalah anak mengalami trauma berat yang disebabkan oleh kejadian di sekolah. Mungkin tidak semua kejadian traumatis yang dialami bukanlah hal yang mengerikan, tetapi ada beberapa kejadian yang memang bisa membuat anak jadi trauma seperti dipukul oleh temannya, maupun ditegur oleh gurunya.

Artikel Lainnya: Ini Kelebihan Homeschooling yang Tak Dimiliki Sekolah Biasa

1 dari 2 halaman

Tips Menangani Anak yang Tidak Mau Ditinggal di Sekolah

Untuk mengatasi rasa takut pada anak, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi anak yang tidak mau ditinggal di sekolah:

1. Tunjukkan Rasa Empati

Berikan empati pada anak dengan cara mendengar keluh kesah yang mereka hadapi selama bersekolah. Dengan segala kekhawatiran yang mungkin dialami, jangan marahi dan langsung memaki anak.

Pasalnya, anak yang merasa takut ditinggal sendiri di sekolah pasti memiliki alasan tersendiri. Untuk itu, dengarkan terlebih dahulu alasan mereka, dan tetap berikan perhatian dan kasih sayang pada anak.

2. Beri Afirmasi

Selain memberikan empati pada anak, memberikan pemahaman positif tentang sekolah juga diperlukan agar anak tidak lagi merasa takut dengan kehidupan di sekolah maupun di lingkungan barunya.

Misalnya dengan mengatakan pada mereka bahwa di sekolah, ia bisa punya banyak teman bermain dan bisa melakukan aktivitas seru seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler.

Pastikan pula Anda memberikan pemahaman bahwa sekolah adalah tempat  yang menyenangkan agar ia betah dan mau beraktivitas di dalam sekolah.

3. Beri Pujian

Berilah pujian atau reward jika anak sudah mau ditinggal di sekolah tanpa ada drama di pagi hari. Anda bisa memberikan anak pujian serta pelukan kasih sayang, atau Anda juga bisa membuatkan makanan favorit untuk disantapnya setelah pulang sekolah.

Percayakanlah anak Anda pada guru dan pihak sekolah, sebagai pengganti sosok orang tua di rumah. Ingatlah bahwa kepercayaan yang besar sangat berpengaruh kepada psikologis anak maupun orang tua. Semakin Anda percaya, maka anak pun akan menjadi mudah beradaptasi di sekolah. Selamat mencoba!

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar