Sukses

Sehat Lahir Sehat Batin

“Arti sehat itu merupakan akumulasi dari sehat lahir dan sehat batin. Walaupun batinnya sehat, pikirannya sehat tapi fisiknya tidak sehat, orang akan sulit melihat dirinya sebagai refleksi sehat secara seluruh. Sebaliknya, tubuhnya sehat namun pikiran dan

“Arti sehat itu merupakan akumulasi dari sehat lahir dan sehat batin. Walaupun batinnya sehat, pikirannya sehat tapi fisiknya tidak sehat, orang akan sulit melihat dirinya sebagai refleksi sehat secara seluruh. Sebaliknya, tubuhnya sehat namun pikiran dan batinnya tidak, maka akan berpotensi tidak hanya merusak dirinya tapi juga lingkungannya,” demikian tutur sosok pria penggemar olahraga badminton ini memaknai arti sehat.

Lebih lanjut mantan Ketua DPR RI periode 2004-2009 ini menuturkan, “agama selalu memberikan paradigma dasar kepada pemaknaan sehat, bahwa namanya sehat itu adalah sehat lahir dan sehat batin. Sehat lahir adalah terpenuhinya kebutuhan untuk sehat anggota badan, sehat dengan penampilan umum yang orang dapat mempersepsikan diri ini sehat, dan sebagainya, sekaligus juga kesehatan nurani dan batin dimana akan terlihat pada diri kita dalam refleksi tindakan sehari-hari, mendukung kesehatan emosi, mendukung tanggung jawab sosial, apalagi tanggung jawab jabatan, kalau sehat hanya lahir tapi batinnya tidak sehat, sama seperti semakin pinter untuk menjadi koruptor.”

Makna sehat bagi dirinya adalah sesuatu yang sangat esensial dalam setiap individu. Karena bagi figur pria yang pernah bercita-cita menjadi dokter ini, sehat menjadi status pendukung terselenggaranya rutinitas kehidupan dengan baik dan benar.

Bicara soal kesehatan, figur yang tengah mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta bersama Didik H. Rachbini sebagai calon wakil gubernur pada pilgub DKI 2012 ini memproyeksikan mendesaknya prioritas diperlukannya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Baik itu dari aspek koreksi paradigma penanganan kesehatan hingga penataan dan pembenahan penegakkan strategi pelayanan kesehatan.

“Akan dilakukan koreksi, dimana diperlukan kebijakan yang lebih memihak kepada warga tidak mampu. Dan kepada para rumah sakit yang melayani warga tidak mampu, akan kita bela, jangan sampai alokasi dana membuat program bantuan pelayanan kesehatan untuk warga tidak mampu tersendat,” tukas tokoh politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Menyoal pelayanan kesehatan, suami dari dr. Diana Abbas Thalib, MARS ini menuturkan lebih panjang strategi yang diproyeksikan untuk perkotaan Jakarta. “Banyak yang membicarakan kesehatan, tapi sayangnya hanya mengkaji langkah kuratifnya saja, padahal mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah konkret dari strategi pelaksanaan langkah kuratif, seperti halnya bagaimana menghadirkan penyuluhan dan penyadaran publik mengenai pentingnya kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat secara pro aktif.”

Diakui dirinya, proyeksi-proyeksi yang dipersiapkan untuk DKI Jakarta 5 tahun ke depan terbangun dari motif cita-cita masa kecilnya untuk menjadi dokter. Dimana hanya ada satu motif bagi dirinya, yakni untuk membantu sesama. Namun kini, setelah keikhlasannya kepada skenario kehidupan Tuhan YMK. yang telah membawanya jauh dari dunia yang semula dicita-citakannya, alasan yang sama telah menerbitkan semangat pengabdiannya kepada politik.[DA]

DR. H.M Hidayat Nur Wahid, MA

Nama:
DR. H.M. Hidayat Nur Wahid, MA.
Tempat & tanggal lahir:
Klaten, 8 April 1960
Istri:
dr. Diana Abbas Thalib, MARS.
Orangtua:
Alm. H.M. Syukri Sd., B.A. &
Hj. Siti Rahayu


PENDIDIKAN:
Program Doktor
Universitas Islam Madinah,
Saudi Arabia
1992

Program Master Universitas Islam Madinah, Departemen Aqidah.
Thesis: “Al Bathiniyyaun Fi Indonesia, “Ardh wa Dirosah.”
1987

Universitas Islam Madinah
Fakultas Dakwah dan Ushluddin, Saudi Arabia.
Skripsi: “Mauqif Al Yahud Min Islam Al Anshar.”
1983

Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo,
Jawa Timur
1978

KARIR
Ketua Badan Kerjasama Antar-Parlemen DPR-RI,
2009-2014

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Republik Indonesia,
2004-2009

Presiden Partai Keadilan Sejahtera
2003-2004

Ketua Forum Dakwah Indonesia

Dewan Redaksi Jurnal “Ma’rifah”

Ketua LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren & Studi Islam)
Yayasan Al Haramain, Jakarta.

Dosen Pasca Sarjana Universitas As Syafi’iyah, Jakarta.

0 Komentar

Belum ada komentar