Sukses

Way of Warrior

Dirinya mengaku mendapatkan makna dari eksistensi sehat bagi diri setiap manusia dari bela diri, “arti sehat bagi saya adalah kondisi tubuh, pikiran dan spiritual yang bebas dari rasa sakit bagi tubuh, negatif bagi pikiran dan niat jahat serta putus asa b

Sosok pria ini merupakan potret individu dari manifestasi kutipan klasik, ‘mens sana en corpore sano’. Tidak sulit bagi dirinya untuk dapat menyerap esensi dari manfaat olahraga favoritnya bagi kesehatan jiwa dan tubuh. Pasalnya, penghobi menembak ini telah mendalami kecintaannya pada olahraga bela diri sejak usia 7 tahun.

Dirinya mengaku mendapatkan makna dari eksistensi sehat bagi diri setiap manusia dari bela diri, “arti sehat bagi saya adalah kondisi tubuh, pikiran dan spiritual yang bebas dari rasa sakit bagi tubuh, negatif bagi pikiran dan niat jahat serta putus asa bagi spiritual,” jelas pria yang akrab disapa Joe ini.

Dari kecintaannya pada bela diri, membawa dirinya didaulat menjadi instruktur bela diri untuk Gegana Polda Metro Jaya dan Detasemen A – Pelopor, Jakarta dari tahun 2008 hingga sekarang. “Saya mencintai seni bela diri karena dalam pengalaman saya mendalami seni bela diri banyak esensi, nilai atau value dalam seni bela diri yang aplikatif dan positif dalam menjalani hidup sehari hari. Misalnya nilai Bushido atau Way of the Warrior yang memiliki 7 pilar yaitu, kelurusan dalam berpikir -baik, positif dan semangat, keberanian, kebajikan, kehormatan, ketulusan, harga diri dan loyalitas,” jawab penyuka makanan sashimi ini.

“Tentu ke tujuh nilai-nilai ini jika di aplikasikan dalam hidup sehari-hari; bisa menjadi semacam rel dalam hidup ditambah pula dengan nilai-nilai rohani atau spiritual yang baik untuk menjadi individu yang insan dan berkontribusi positif bagi lingkungan nya,” lanjut jelas pria yang sempat mendalami keilmuan bela dirinya di International Krav Maga College di Thailand ini.

Pun pada awal masa ketertarikannya pada bela diri, ayah dari dua putri ini mengakui semula mendalami bela diri hanya untuk sebagai ilmu pertahanan diri semata. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dirinya mulai menyadari timbul kecintaannya hingga menggerakkan nilai-nilai dan manfaat positif lainnya yang di dapatkan dari bela diri, bahkan hingga menjadi pegangan prinsip hidupnya.

Secara kontradiktif, banyak perspektif yang melihat bela diri sebagai senjata dan sarana pendukung yang mencederai aspek kemanusiaan. Namun melihat hal ini, Joe memiliki sudut pandang yang menarik. Simak salah satu penuturannya dalam wawancara dengan Klikdokter baru-baru ini.

Klikdokter: Sebagian seni bela diri memiliki kekuatan dan tujuan untuk ‘mematikan’ lawan, bagaimana prinsip tersebut dari sudut pandang kemanusiaan?

Joe: “Sebagian besar seni bela diri memang lahir dari kebutuhan manusia, individu atau suatu kelompok untuk kepentingan melindungi diri dari ancaman, agresi, serangan atau tindak kekerasan pihak lain. Namun menariknya, hampir semua ahli bela diri dalam perjalanan dan pencapaian kemampuan bela diri mereka masing-masing, justru enggan mematikan lawan kecuali dalam keadaan yang benar-benar mendesak, terpaksa atau menyangkut hidup mati diri atau orang-orang terdekat. Hal ini karena para ahli bela diri tersebut menyadari bahwa musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Yaitu kesombongan, keserakahan, dan ragam niat atau pikiran jahat lainnya yang merusak; sehingga dalam seni bela diri ada yang disebut dengan istilah: "Defensive Violence" atau Kekerasan defensif, karena penggunaan kekerasan untuk mencapai suatu tujuan tentu bertentangan dengan norma dan ajaran agama. Tapi dalam konteks melindungi dan menyelamatkan diri atau sekelompok orang dri ancaman kekerasan pihak yang semena-mena maka disinilah Defensive Violence perlu dilakukan; tentu dengan landasan yang benar, dan lagi-lagi untuk mencegah meluasnya anarki atau kejahatan.”

Joe Ueno

NAMA:
Joe Ueno

PENDIDIKAN:

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA TRISAKTI – Jakarta
D3 Usaha Wisata, 2003 GPA: 3.89/4.0
(Three-year degree with hotel & travel industry exposure and training)
Qualified as English speaking travel guide in Jakarta.
INTERNATIONAL KRAV MAGA COLLEGE – Pattaya, Thailand
Certified Tactical Krav Maga Law Enforcement/ Military Instructor, 2007

KARIR:

Staf Instruktur Bela Diri
GEGANA POLDA METRO & DETASEMEN A PELOPOR, Jakarta
2008 – sekarang

IPS Services
Backgorund Checking Investigator
2010-2011

Program Director
MNC Networks, Kebon Sirih, Jakarta
2007-2009

Editor-GAS Power Publications
2005-2007

0 Komentar

Belum ada komentar