Sukses

Dokter Dengan Hobby Ekstrim

Cinta pertamanya adalah dunia kedirgantaraan. Namun kepenasarannya terhadap khazanah dunia medis akibat selama bergabung dengan relawan PMI di unit Sleman, Yogyakarta membuatnya menjadi terpanggil untuk ingin mengetahui lebih dalam dunia kedokteran.

Cinta pertamanya adalah dunia kedirgantaraan. Namun kepenasarannya terhadap khazanah dunia medis akibat selama bergabung dengan relawan PMI di unit Sleman, Yogyakarta membuatnya menjadi terpanggil untuk ingin mengetahui lebih dalam dunia kedokteran.

Walau selepas SMU dirinya sudah terdaftar sebagai siswa baru di Sekolah Pilot Helikopter, ditambah lagi restu kedua orang tua dengan rekomendasi untuk menggeluti dunia medis sebagai pilihan jalan hidup proses pembelajaran tiada akhir.

Kini selepas lulus meniti akademisi medis di Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta. Mario –demikian beliau akrab disapa- meneruskan gairah cinta pertamanya pada dunia kedirgantaraan dengan memilih hobi terjun payung.

“Dunia dirgantara merupakan cinta pertama saya! Berada di udara bebas merupakan saat-saat terbaik saya. Di dunia dirgantara, terutama terjun payung dilatih untuk harus bisa berpikir dan bertindak cepat dan tepat dalam hitungan detik, bahkan sepersekian detik, jika tidak maka bisa-bisa nyawa jadi taruhannya. Dan diatas itu semua; kebebasan, dan adrenaline rush yang ada membuat saya merasa semakin hidup,” ujar Mario menjelaskan.

Selain kedirgantaraan, dirinya juga memiliki ketertarikan kepada dunia militer dari semasa kecil. Dilalah, jalan hidup sudah diatur Yang Maha Kuasa, Mario bertemu dengan pengajar-pengajar ilmu kedokteran yang memiliki latar belakang TNI dan pemberian bekal mata kuliah berkhazanah kesehatan matra.

“Selain spesialisasi anestesi, saya juga tertarik dengan Kedokteran Penerbangan, karena sepertinya di bidang yang relatif baru ini saya bisa memadukan kecintaan saya terhadap dunia penerbangan dengan dunia kedokteran, Mungkin karena ada kemiripan dengan hobi dan kecintaan saya. Dimana ada sisi tantangannya serta dibutuhkan kemampuan untuk bisa berpikir dan bertindak cepat dan tepat.” jelas pria penggemar olahraga airsoft ini.

Soal kesehatan, dokter yang baru menyelesaikan penerjunan yang kepuluhan kalinya pada saat menjadi panitia kejuaraan olah raga terjun payung di Solo belum lama ini memiliki pandangan sendiri, “Sehat adalah keadaan dimana kita mampu melakukan segala sesuatu apapun, dimanapun, dan kapanpun tanpa terbatasi,” tandasnya.[](DA)

dr. Mario Binsar

Nama:
dr. Mario Binsar

Tempat tanggal lahir:
Jakarta, 15 Maret 1983

Fakultas Kedokteran
Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran”, Yogyakarta.

0 Komentar

Belum ada komentar