Sukses

Bahaya Begadang bagi Ibu Hamil

Sedang hamil dan sering begadang? Waspadalah, ini bahaya yang dapat mengintai.

Sebagian ibu hamil pasti pernah mengalami kesulitan tidur atau terpaksa untuk begadang. Selama kehamilan dan periode setelah melahirkan, wanita memang berisiko mengalami gangguan tidur.

Hal tersebut terjadi akibat perubahan fisik selama kehamilan dan kebutuhan untuk sering memberikan perawatan bayi. 

Ibu hamil begadang sering dikaitkan dengan perubahan hormon, keluhan mual muntah, dan stres. Ada risiko yang bisa Anda hadapi apabila keluhan tersebut tidak dikelola dengan baik. Di bawah ini adalah beberapa bahaya begadang saat hamil:

1. Daya Tahan Tubuh Menurun

Begadang atau gangguan pola tidur dapat menyebabkan daya tahan tubuh Anda menurun, apalagi bagi ibu hamil. Penelitian menyatakan, kekurangan waktu tidur akan mengubah respons imun tubuh seseorang.  

Selain itu, data epidemiologi mendukung temuan bahwa kekurangan tidur yang berkepanjangan (kurang dari 6 jam per malam) atau durasi tidur yang diperpanjang (lebih dari 9 jam tidur per malam) dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit.

Ibu hamil yang begadang dapat mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga membuat mereka lebih rentan terserang berbagai penyakit.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Kebo, Gejala Baik atau Buruk bagi Kesehatan Ibu?

1 dari 4 halaman

2. Komplikasi pada Janin

Penelitian yang dilakukan oleh University of Pittsburgh Medical Center menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara ibu hamil yang sering begadang dengan keadaan bayi saat dilahirkan.

Kurangnya kualitas dan kuantitas waktu tidur menyebabkan berkurangnya regenerasi dan pertumbuhan sel-sel tubuh Anda sebagai calon ibu, termasuk pada janin yang dikandungnya. Kejadian ini meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah dan kelainan bawaan pada janin.

3. Preeklampsia

Sebuah penelitian mengenai hubungan antara tidur dan kehamilan dilakukan oleh Center for Perinatal Studies, Swedish Medical Center.

Hasilnya, ibu hamil yang tidur kurang dari 6 jam di malam hari pada trimester pertama kehamilan memiliki risiko terhadap peningkatan tekanan darah sistolik 4 mmHg lebih tinggi dibanding ibu hamil yang tidur dalam waktu normal.

Kondisi tersebut merupakan salah satu bahaya dari ibu hamil yang begadang. Sebab, Risiko sang ibu menderita preeklampsia dapat meningkat menjadi 9 kali lebih tinggi.

Preeklamsia dapat menyebabkan berbagai risiko komplikasi, salah satunya kejang pada sang ibu atau dikenal dengan eklampsia. Ini berpotensi menyebabkan kematian pada ibu dan janin.

Artikel Lainnya: Dampak Preeklampsia pada Ibu Hamil dan Janin, Apa Saja?

2 dari 4 halaman

4. Kelahiran Prematur Spontan

Banyak penelitian mengklaim bahwa sitokin inflamasi mungkin memainkan peran kunci dalam mekanisme tercetusnya persalinan awal. Hal ini yang berkontribusi pada penyebab kelahiran prematur spontan.

Prostaglandin memainkan peran utama dalam kontraksi uterus dan inflamasi sitokin dapat merangsang produksi prostaglandin di jaringan kehamilan. Kondisi ini menyebabkan pematangan serviks dan mendorong kontraksi uterus. 

Untuk mendukung hipotesis ini, wanita yang melahirkan prematur ditemukan memiliki peningkatan konsentrasi cairan ketuban dari sitokin inflamasi. Hal ini biasanya banyak terakumulasi pada ibu hamil yang mengalami gangguan tidur.

Artikel Lainnya: Dampak Stres pada Ibu Hamil

3 dari 4 halaman

5. Tekanan Darah Tinggi

Ibu hamil yang mengalami gangguan tidur lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Ketika seseorang tertidur, tekanan darah akan turun sekitar 10 hingga 20 persen. Jika ibu hamil begadang, tekanan darah bisa lebih tinggi dari normal rata-rata.

Memang, tekanan darah yang naik tergolong kecil. Namun demikian, hal ini akan berdampak pada kerja jantung selama kehamilan.

6. Depresi Pasca Persalinan

Depresi adalah salah satu alasan mengapa ibu hamil dilarang begadang. Depresi pascapersalinan adalah episode depresi yang timbul dalam 4 minggu setelah melahirkan dan dapat berlangsung hingga 6 bulan.

Gejala depresi yang dapat dialami ibu hamil, antara lain:

  • Suasana hati sedih yang terus-menerus.
  • Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang pernah dinikmati.
  • Perubahan signifikan dalam nafsu makan atau berat badan.
  • Gangguan tidur.
  • Pikiran berulang tentang kematian atau bunuh diri.

Berbagai mekanisme yang mencetuskan depresi ini terkait dengan peningkatan kadar progesteron dan estrogen selama kehamilan, sekaligus penurunan drastis hormon tersebut dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan.

Selain itu, ibu hamil juga berisiko mengalami depresi pascapersalinan apabila memiliki riwayat depresi sebelumnya akibat gangguan tidur selama kehamilan.

Demikian beberapa bahaya yang dapat muncul bila ibu hamil sering begadang. Jika tak ingin mengalaminya, konsumsilah asupan bergizi seimbang dan istirahatlah yang cukup. Waktu tidur yang dianjurkan oleh para ahli adalah 7-9 jam setiap harinya.

Apabila memiliki pertanyaan seputar topik terkait, Anda bisa bertanya langsung kepada dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar