Sukses

Perhatikan Ini Jika Ingin Hilangkan Stretch Mark

Stretch mark merupakan salah satu masalah kulit yang menimbulkan kegelisahan pada wanita. Ingin menghilangkannya? Sebaiknya perhatikan hal ini terlebih dahulu.

Sebenarnya, stretch mark tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga pada pria. Lokasi yang paling sering dijumpai adalah daerah perut, paha, pinggang, payudara, lengan atas atau punggung bawah.

Stretch mark atau striae terbentuk akibat peregangan kulit yang berlebihan. Awalnya, gangguan kulit ini berwarna kemerahan atau keunguan. Kemudian menjadi tampak licin, dan berubah menjadi keabu-abuan atau putih.

Pada umumnya stretch mark timbul akibat kehamilan, peningkatan atau penurunan berat badan yang drastis. Di samping itu, penggunaan krim atau losion kortikosteroid jangka panjang juga dapat menyebabkan hal tersebut –meskipun jarang. Tak hanya itu, pengaruh genetik pun cukup berperan dalam timbulnya stretch mark.

Mencegah Stretch Mark

Meskipun tidak berbahaya, stretch mark bisa mengganggu penampilan. Nah, untuk mencegah terjadinya kondisi ini, khususnya saat hamil, Anda dapat menggunakan krim yang mengandung vitamin E dan asam alfa hidroksi yang dijual bebas di pasaran. Namun sebelum itu, sebaiknya Anda berkonsutasi terlebih dahulu pada dokter.

Selain menggunakan krim, perbanyak konsumsi air putih juga bisa membantu. Ini karena air putih dapat menjaga kelembapan dan tekstur kulit, sehingga stretch mark lebih sulit timbul.

Anda pun harus mengurangi atau bahkan menghindari kafein, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya stretch mark. Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi makanan kaya zink –seperti ikan dan kacang-kacangan, serta makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E.

Mengatasi Stretch Mark

Jika Anda sudah terlanjur mengalami stretch mark, jangan khawatir! Karena terdapat berbagai pilihan terapi untuk mengatasi kondisi ini. Mulai dari krim dan minyak yang dijual di pasaran, obat-obatan dokter atau mikrodermabrasi, hingga terapi laser.

Sebagian besar cara tersebut memang dapat memperbaiki penampilan stretch mark. Namun tidak menghilangkannya secara sempurna. Hasil pengobatan pun bervariasi pada tiap individu.

Berdasarkan Journal of The American Academy of Dermatology, 90% pasien memilih krim dan minyak yang dijual dipasaran. Namun sayangnya, hanya 9% yang mengalami perbaikan kondisi.

Sekitar 21% perbaikan terjadi pada pasien yang menggunaan terapi medis, seperti mikrodermabrasi, peeling kimiawi, dan obat retinoid. Sementara itu, sekitar 42% perbaikan terjadi pada pasien yang menggunakan terapi laser. Berdasarkan temuan tersebut, terapi laser adalah pilihan terbaik untuk penanganan yang paling efektif.

Sebagian besar stretch mark memang akan memudar seiring berjalannya waktu. Jika memang Anda benar-benar ingin menghilangkannya secara sempurna, sebaiknya konsultasikan hal ini secara langsung pada dokter. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan menentukan penanganan yang sesuai.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar