Sukses

Kepala Anak Terbentur? Segera Lakukan Ini!

Kepala anak yang terbentur bisa berbahaya. Jangan panik, simak pertolongan pertama untuk mengatasi kepala anak yang terbentur di sini.

Kepala anak terbentur mungkin bukan kejadian yang langka. Di usianya, anak-anak memang sangat gemar bermain, berlarian, memanjat untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Tak heran kalau mereka akan sering jatuh dan terbentur di kepala.

Padahal, kepala adalah bagian tubuh, yang melindungi otak. Pada anak—khususnya bayi—struktur tulang tengkorak belum sekeras orang dewasa. 

Itulah sebabnya, orang tua perlu berhati-hati dan menjaga anak agar tidak mengalami cendera atau benturan di kepala. Namun, jika si kecil mengalaminya, inilah pertolongan pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi kepala anak terbentur:

1 dari 4 halaman

1. Jangan Panik

Ketika si kecil terbentur, pastilah Anda merasa khawatir yang luar biasa. Apalagi jika mereka menangis kencang yang membuat Anda semakin panik.

Namun, sebaiknya tenangkan dulu diri Anda. Panik bakal membuat pikiran menjadi blank, sehingga tak bisa berpikir jernih. Tetaplah tenang agar bisa memutuskan langkah berikutnya.

2. Pindahkan ke Tempat yang Aman

Jika kepala anak terbentur di tempat umum atau keramaian, pindahkan dulu ke lokasi yang aman dan mendatar. 

Artikel lainnya: Bahaya Kepala Terbentur dan Cara Penanganannya

3. Lihat Kesadaran Anak

Anda periksa anak, apakah dalam kondisi sadar atau tidak usai benturan. Jika si kecil menangis, mungkin Anda tak perlu khawatir. Tenangkanlah si Kecil dengan gendongan atau pelukan. 

Namun, jika tak sadarkan diri, Anda bisa membangunkan anak dengan cara dengan menyebutkan namanya atau menggoyangkan tubuhnya. 

4. Apabila Anak Pingsan, Periksa Pernapasannya

Bila tidak sadar, Anda bisa membuka jalan napas si kecil, lalu nilai pernapasannya selama sekitar 10 detik. Jika anak tidak bernapas, segera berikan napas buatan lima kali.

Selanjutnya, lakukan kompresi atau tekan dada sebanyak 30 kali, lalu diikuti bantuan napas 2 kali. Sambil langkah ini dilakukan, mintalah bantuan orang sekitar untuk memanggil ambulans.

Jika si kecil bisa bernapas dengan baik, baringkan dengan posisi menyamping, sambil menunggu ambulans datang. Saat sudah bisa bernapas lagi, tetap bawa si kecil ke fasilitas kesehatan.

2 dari 4 halaman

5. Jika Anak Sadar, Cek Adakah Perdarahan

Jika Anda menemukan adanya perdarahan, lakukan penekanan di area yang berdarah menggunakan tangan. Sembari itu, carilah perban atau kain bersih untuk membalut luka.

Selanjutnya, lakukan balut tekan dengan perban ataupun kain untuk menghentikan perdarahan. Apabila perdarahan masih berlanjut, bawalah anak ke rumah sakit.

Artikel lainnya: Pertolongan Pertama Saat Kepala Bayi Terbentur

6. Jika Anak Tak Berdarah, Aplikasikan Kompres Dingin

Saat mengaplikasikan kompres dingin, baringkan anak dengan posisi kepala lebih tinggi. Pastikan juga Anda tidak langsung meletakkan es batu ke kulit yang memar karena bisa menimbulkan nyeri hingga iritasi.

Lebih baik, balut es batu dengan kain atau handuk bersih. Barulah, letakkan kompres di area yang terbentur selama 15-20 menit. Anda bisa mengulangnya 3 hingga 4 kali saat dibutuhkan.

7. Beri Obat-anti Nyeri bila Perlu

Rasa nyeri pasca terbentur bisa saja muncul hingga membuat si Kecil tak nyaman. Jika anak tampak kesakitan, Anda bisa memberikan obat antinyeri, seperti ibuprofen atau parasetamol. Pastikan Anda memberikan obat sesuai dosis dan anjuran di label obat.

Selain memberikan obat, jangan lupa untuk membiarkan si Kecil beristirahat sembari Anda mengawasinya. Jika perlu, Anda bisa membatasi aktivitasnya sementara waktu agar cepat pulih.

3 dari 4 halaman

8. Pantau tanda bahaya yang muncul pada si Kecil

Setelah melakukan hal tersebut, cek lagi apakah si kecil mengalami gejala tertentu. Seperti, sakit kepala, kejang, muntah-muntah hebat, terlihat mengantuk, keluar cairan bening dari telinga atau hidung, tidak bisa jalan, atau penurunan kesadaran dalam 24 jam ke depan.

Saat mendapati gejala tersebut, jangan tunda bawa si kecil ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan. Bisa saja benturan yang terjadi menyebabkan perdarahan di otak.

Apabila selama pemantauan anak tampak aktif, tidak menunjukkan gejala apa pun, kemungkinan besar si Kecil tak mengalami hal yang berbahaya. Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Kepala anak terbentur saat bermain menjadi hal yang sering terjadi. Namun, pastikan Anda selalu mengawasi dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang berbahaya.

Gunakanlah pelindung kepala pada anak Anda apabila memang melakukan kegiatan yang rentan untuk terbentur seperti bersepeda, memanjat, ataupun bermain papan seluncur.

Jika Anda masih membutuhkan informasi seputar cara mengatasi kepala anak yang terbentur, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter melalui aplikasi Live Chat, ya! 

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar