Sukses

3 Kunci Utama Agar Anak Tumbuh Tinggi

Selama anak masih dalam usia pertumbuhan, pertumbuhan tinggi badannya masih sangat memungkinkan untuk distimulasi. Optimalkan tinggi anak dengan 3 kunci ini.

“Koq anak saya pendek, ya?”

Gimana, ya, biar anak saya tumbuh tinggi?”

Pertanyaan-pertanyaan di atas cukup sering mampir ke meja dokter saat melakukan konsultasi terkait tumbuh kembang anak. Tak bisa dielakkan, selain berat badan, tinggi badan juga sering dijadikan tolak ukur normal tidaknya pertumbuhan anak.

Pertumbuhan normal tinggi badan anak

Selama anak masih dalam tahap pertumbuhan, selama itu pula ia masih dapat bertambah tinggi. Pada masa pertumbuhan tersebut, lempeng pertumbuhan pada tulang belum menutup sehingga memungkinkan tulangnya terus bertambah panjang.

Menginjak usia 20 tahun pada laki- laki dan 19 pada perempuan, 90% pertumbuhan tulang anak sudah selesai berlangsung. Setelah usia ini, kemungkinan pertumbuhan tulangnya sangat kecil.

Untuk itu  stimulasi dan nutrisi yang optimal jauh sebelum batasan usia tersebut sangat diperlukan. Dengan demikian, pertumbuhan tinggi badannya dapat dioptimalkan.

Kunci anak tumbuh tinggi

Tidak hanya otak, pertumbuhan tinggi badan juga memerlukan nutrisi dan stimulasi yang tepat. Sebagian orang yakitn bahwa potensi tinggi badan anak dipengaruhi oleh tinggi badan orangtuanya.

Hal tersebut bisa dikatakan benar. Akan tetapi itu hanyalah salah satu faktor penentu.

Dengan nutrisi dan stimulasi yang tepat, tinggi badan anak dapat dipicu tumbuh optimal. Bahkan, bukan tidak mungkin tingginya melebihi orangtuanya.

Tiga kunci utama ini merupakan faktor yang sangat berperan menentukan tinggi badan anak:

  1. Nutrisi tepat

Pertumbuhan tubuh, termasuk tinggi badan tidak lepas dari peranan nutrisinya. Untuk mengoptimalkan tinggi badan anak, berikan makanan dan minuman yang penuh kalsium, besi, dan vitamin A.

Kalsium banyak terdapat dalam susu dan produk olahannya. Zat besi banyak terdapat pada daging merah dan hati hewan, sedangkan vitamin A banyak terdapat pada wortel, labu kuning, kentang dan brokoli.

Selain itu, makanan yang tinggi protein juga diperlukan untuk pertumbuhan tulang anak. Berikan bahan makanan yang kaya protein seperti ikan, daging, tempe dan tahu agar ia tumbuh tinggi menjulang.

  1. Olahraga

Agar pertumbuhan tinggi badannya berlangsung optimal, anak juga perlu berolahraga. Berjalan cepat, bersepeda, atau berenang adalah jenis olahraga sederhana yang dapat dilakukan oleh anak dan pastinya menyenangkan.

Lakukan secara teratur. Dengan demikian, pertumbuhan tulangnya akan terstimulasi dan menghindakan anak dari risiko kegemukan.

  1.  Tidur cukup

Nutrisi dan stimulasi yang diberikan harus diimbangi dengan tidur malam yang cukup, yaitu 10-12 jam. Saat tidur, tubuh melepaskan hormon yang dapat menstimulasi pertumbuhannya. Semakin lelap anak tidur dan dengan durasi yang cukup, semakin optimal pula kerja hormon ini.

Tidak ada kata terlambat untuk mendongkrak pertumbuhan tinggi badan anak, selama ia masih dalam tahap pertumbuhan. Berikan nutrisi dan stimulasi yang anak butuhkan dan bantu ia mencapai tinggi badan optimalnya.

(RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar