Sukses

Kebiasaan Anak yang Sebabkan Anemia

Apakah anak Anda berwajah pucat, rewel, mudah lelah, dan lemas? Waspada, bisa jadi ia terserang anemia!

Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun dan di bawah batas normal sesuai usia. Gejala anemia pada anak-anak antara lain pucat, rewel, mudah lelah, dan lemas.

Tapi Anda tidak perlu khawatir. Anemia bukanlah penyakit yang tak dapat diobati, apalagi jika terdeteksi sedari dini.

Jenis anemia yang kerap menyerang anak-anak adalah anemia defisiensi besi, yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya nutrisi harian si Kecil. Kejadian ini sering menimpa anak yang:

  1. Picky eater

Anak yang picky eater sering mengalami anemia adalah karena kurangnya zat besi pada makanan yang dikonsumsi. Perilaku anak yang demikian membuat orangtua memiliki kesulitan tersendiri dalam memilih makanan yang kaya akan zat besi.

  1. Vegetarian

Anak yang vegetarian biasanya hanya mengonsumsi sayur dan menghindari daging sama sekali. Akibatnya kebutuhan harian zat besi tidak tercukupi. Sebab tubuh memang lebih mudah menyerap zat besi yang berasal dari daging ketimbang dari sayur/tumbuhan.

  1. Terlalu banyak minum susu sapi

Anak yang terlalu banyak minum susu sapi biasanya mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging dan sayuran hijau. Padahal susu sapi bukanlah sumber zat besi yang baik. Justu susu tersebut membuat tubuh lebih sulit untuk menyerap zat besi.

  1. Usia remaja

Anak-anak usia remaja rentan terhadap anemia. Ini adalah akibat dari pertumbuhan yang cepat karena pubertas. Pada remaja wanita, anemia sering terjadi karena tubuhnya tidak dapat meyimpan zat besi akibat menstruasi.

Tapi Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Berikut beberapa tip agar anak terhindar dari anemia:

  1. Jangan berikan susu sapi pada anak di bawah 12 bulan.
  2. Beri makanan yang terfortifikasi zat besi, seperti susu formula, gandum dan sereal.
  3. Beri diet gizi seimbang yang mengandung zat besi, seperti daging merah, telur, kentang, tomat, kacang, sayur dan buah.
  4. Jangan biarkan anak minum kopi atau teh bersamaan dengan makanan. Keduanya dapat menghambat penyerapan besi.
  5. Konsumsi suplemen vitamin C atau makanan kaya akan vitamin C, seperti tomat, brokoli, jeruk dan stroberi karena dapat membantu tubuh menyerap zat besi.

Jangan sampai anak Anda terserang anemia! Yuk, ubah kebiasaan makan anak agar ia terhindar dari anemia dan pertumbuhannya tetap optimal hingga dewasa.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar