Sukses

Awas! 5 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Anemia pada Anak

Anemia pada anak bisa terjadi akibat kebiasaan yang buruk. Apa saja kebiasaan yang bisa menyebabkan anemia pada anak? Simak ulasannya di sini.

Anemia adalah kondisi turunnya jumlah sel darah merah dalam tubuh hingga di bawah batas normal. Kondisi ini dapat terjadi pada segala rentang usia, termasuk anak-anak. Gejala anemia pada anak-anak antara lain pucat, rewel, mudah lelah, dan lemas.

Jenis anemia yang kerap menyerang anak adalah anemia defisiensi besi. Kondisi ini disebabkan oleh tidak terpenuhinya nutrisi harian si kecil. Meski demikian, Anda tak perlu khawatir berlebih.

Anemia bukanlah penyakit yang tak dapat diobati, apalagi jika terdeteksi sedari dini. Selain melakukan pengobatan melalui pemantauan dokter, Anda juga harus memantau kebiasaan si kecil. Rupanya, kebiasaan harian juga punya andil menyebabkan anemia pada anak, yaitu:

1 dari 4 halaman

1. Picky Eater

Anak yang picky eater sering mengalami anemia karena kurangnya zat besi pada asupan harian. Perilaku anak yang demikian membuat orang tua kesulitan dalam memilih makanan yang kaya zat besi.

2. Vegetarian

Anemia pada anak juga bisa disebabkan oleh pola makan vegetarian yang jalani. Anak yang vegetarian biasanya hanya mengonsumsi sayur, dan menghindari daging sama sekali. Akibatnya, kebutuhan harian zat besi tidak tercukupi.

Tubuh memang lebih mudah menyerap zat besi yang berasal dari daging ketimbang dari sayuran.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Anemia pada Anak

2 dari 4 halaman

3. Terlalu Banyak Minum Susu Sapi

Anak yang terlalu banyak minum susu sapi biasanya mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging dan sayuran hijau. Padahal, susu sapi bukanlah sumber zat besi yang baik. Justru, susu tersebut membuat tubuh lebih sulit untuk menyerap zat besi.

4. Diet Tidak Sehat

Tubuh remaja membutuhkan zat gizi karena pubertas. Pada remaja wanita khususnya sudah mulai memperhatikan penampilan dan bentuk tubuh. Mereka mulai ingin diet agar tubuh lebih ramping.

Masalahnya, diet yang dilakukan sering kali yang tidak sehat dan seimbang. Misalnya, makan sangat sedikit tanpa peduli kandungan gizi. Kondisi ini tentunya dapat berakibat anemia.

3 dari 4 halaman

5. Tidak Sarapan

Usia remaja dengan banyaknya aktivitas dan masa pertumbuhan membutuhkan cukup banyak nutrisi. Remaja yang tidak sarapan rentan terkena anemia. Sarapan dapat membantu memenuhi zat gizi yang diperlukan sebelum beraktivitas.

Kebiasaan tidak sarapan bisa disebabkan oleh kurangnya nafsu makan, tidak membiasakan diri, dan tidak memiliki cukup waktu.

Apabila saat usia remaja, keragaman zat gizi yang diperlukan tubuh tidak terpenuhi maka akan menyebabkan kadar Hb terus menurun dan menjadi anemia.

Artikel lainnya: Makanan untuk Mencegah Anemia pada Anak, Apa Saja?

Berdasarkan penelitian tahun 2018 yang dilakukan terhadap 65 remaja, ditemukan bahwa remaja yang tidak melakukan kebiasaan sarapan pagi memiliki risiko 1,2 kali mengalami anemia dibandingkan dengan remaja yang sarapan.

Sangat dianjurkan bagi remaja untuk sarapan pagi. Bukan hanya agar terhindar dari anemia, sarapan juga akan membantu meningkatkan konsentrasi, tidak mudah mengantuk dan lemas.

Anda perlu memperhatikan makanan dan juga kandungan gizi untuk anak. Jangan berikan susu sapi pada anak di bawah 12 bulan. Sebaliknya, berikan ASI untuk usia 6 bulan yang dilanjutkan dengan MPASI sampai usia 12 bulan.

Beri anak Anda makanan yang terfortifikasi zat besi, seperti susu formula, gandum, dan sereal. Beri diet gizi seimbang yang mengandung zat besi, seperti daging merah, telur, kentang, tomat, kacang, sayur dan buah.

Jangan biarkan anak minum kopi atau teh bersamaan dengan makanan. Keduanya dapat menghambat penyerapan besi. Konsumsi suplemen vitamin C atau makanan kaya akan vitamin C, seperti tomat, brokoli, jeruk dan stroberi karena dapat membantu tubuh menyerap zat besi.

Hindari anemia pada anak! Yuk, ubah kebiasaan makan anak agar ia terhindar dari anemia dan pertumbuhannya tetap optimal hingga dewasa.

Mari manfaatkan layanan Tumbuh Kembang Anak dari KlikDokter untuk memantau perkembangan si kecil.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar