Sukses

Stop Diet Yoyo Sekarang, Ini Alasannya

Apa itu diet yoyo? Apa alasan Anda tidak disarankan untuk melakukannya? Temukan jawabannya di sini.

Pernahkah Anda mendengar istilah diet yoyo? Diet ini juga sering disebut sebagai diet berputar, karena pelakunya akan mengalami penurunan dan peningkatan berat badan secara berkelanjutan.

Diet yoyo

Anda tentu tahu yoyo, bukan? Mainan dengan tali panjang yang akan naik-turun saat diayunkan. Kurang lebih seperti itulah diet yoyo.

Diet yoyo adalah diet di mana pelakunya dengan cepat menurunkan berat badannya, namun akan naik kembali karena pola makan yang kembali tidak sehat. Pada diet yoyo, keadaan berat naik turun ini terjadi terus-menerus seperti siklus, yang kemudian dapat mengakibatkan berbagai efek negatif ke tubuh.

Biasanya, terdapat dua jenis orang yang menjalani diet yoyo. Jenis pertama adalah orang yang berhasil menurunkan berat badan hingga ideal dengan menjalani pola hidup lebih sehat. Namun tiba-tiba kembali menjalani pola hidup tidak sehat atau mengalami kesulitan untuk menjaga berat ideal setelah berhasil mendapatkannya.

Jenis kedua adalah orang yang mendadak menjalani diet karena ingin mendapatkan tubuh ideal dengan mengubah pola makan secara ekstrem dan biasanya tidak bertahan lama. Pelaku jenis kedua ini biasanya melakukan detoks, mengonsumsi berbagai alternatif makanan ‘diet’ tanpa memerhatikan kecukupan nutrisi dan gizinya.

Dampak diet yoyo

Saat diet, umumnya yang diinginkan adalah lebih sedikit lemak dengan lebih banyak otot yang terbentuk. Dalam diet yoyo, di mana Anda sangat membatasi konsumsi kalori secara tiba-tiba, tubuh biasanya akan kehilangan keduanya –baik lemak maupun massa otot.

Proses ini dapat menjadi masalah saat Anda kembali makan banyak seperti biasa. Asupan yang masuk bisa lebih banyak tertumpuk menjadi lemak, dan bukan terbentuk menjadi massa otot. Ini tentu akan membuat komposisi tubuh menjadi lebih buruk.

Hal tersebut terjadi karena saat pertama memotong asupan kalori, tubuh secara perlahan menurunkan kecepatan metabolisme. Saat Anda kembali makan banyak, tubuh telah terbiasa dengan metabolisme yang lebih lambat, sehingga menyebabkan asupan tertumpuk menjadi lemak.

Kecepatan metabolisme yang menurun ini memang tidak permanen. Namun saat kecepatan metabolisme kembali meningkat, berat badan biasanya sudah sangat bertambah.

Nah, sudah tahu ‘kan mengapa Anda tidak disarankan melakukan diet yoyo? Yuk, hilangkan keinginan untuk mendapatkan tubuh ideal secara instan, dan mulai menjalani pola hidup sehat. Dengan pengaturan makan yang benar dan olahraga teratur, tubuh ideal pasti bisa didapatkan bersama dengan jiwa dan raga yang sehat!

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar