Sukses

Kisah di Balik Gigi Sensitif

Gigi sensitif sudah menjadi masalah bagi banyak orang. Yuk, cari tahu tentang kondisi ini lewat cerita berikut.

Aww...!” Itulah pekik yang keluar dari mulut sahabat saya saat menyeruput kopi yang masih panas. Berikutnya ia mengeluhkan rasa sakit dan ngilu yang tajam terasa di gigi bawahnya pada saya.

Apa yang dialami oleh sahabat saya itu bisa jadi pernah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Anda termasuk salah satunya?

Sebagai dokter gigi, saya tahu bahwa sahabat saya sedang berurusan dengan masalah gigi sensitif. Kondisi ini disebabkan oleh gusi yang turun akibat kebiasaan menyikat gigi terlalu kuat, ditambah dengan penggunaan sikat gigi berbulu keras.

Kondisi gusi yang turun membuat sebagian akar gigi menjadi terbuka. Akibatnya, bagian tersebut menjadi ngilu dan lebih sensitif jika terkena rangsangan panas, dingin, atau mengunyah.

Sebagai dokter dan seorang sahabat, saya menyarankan sahabat saya itu untuk mengubah cara menyikat gigi. Jika tidak, bukan tak mungkin kerusakan gusi yang terjadi akan bertambah parah.

Lalu bagaimana cara menyikat gigi yang baik? Lakukan dengan teknik yang disebut Metode Bass. Ini adalah teknik yang cocok digunakan untuk gigi dewasa.

Caranya: Posisikan bulu sikat menempel pada perbatasan antara gusi dan gigi (leher gigi) –yang menjadi tempat menumpuknya karang gigi. Kemudian, arahkan bulu sikat membentuk sudut 45? terhadap akar gigi, sehingga menyentuh tepi gusi.

Dengan cara ini, saku gusi dapat dibersihkan dan tepi gusi mendapat pijatan. Sikat gigi digerakkan dengan getaran kecil-kecil ke depan dan ke belakang, selama kurang lebih 15 detik.

Untuk permukaan belakang gigi depan, sikat gigi dipegang secara vertical. Lalu buat gerakan mencungkil satu arah –yaitu ke arah tumbuhnya gigi. Jangan menggosok atas bawah, karena bisa mendorong gusi menjadi turun ke bawah.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah sikat gigi itu sendiri. Mereka yang memiliki masalah gigi sensitif sebaiknya mengganti sikat gigi berbulu keras dengan sikat gigi berbulu lembut.

Tak hanya sampai di situ, gigi sensitif juga bisa disebabkan karena lubang gigi yang tidak ditambal. Begitu juga dengan gigi yang retak/patah, serta lapisan enamel yang tergerus akibat beradunya gigi atas dan bawah akibat suatu hal.

Anda memiliki masalah gigi sensitif seperti sahabat saya? Ganti sikat gigi dan ubah cara Anda menyikat gigi. Kalau tidak sembuh juga, suka tidak suka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar