Sukses

Berbahayakah Mengemas Makanan dengan Styrofoam?

Tempat makan dari bahan styrofoam merupakan hal yang lazim ditemui. Namun waspada, kontaminasi bahan ini ternyata berbahaya! Ini penjelasannya.

Saat pandemi virus corona, orang cenderung memilih memesan makanan dari luar daripada makan di tempat. Tapi, pernahkah Anda perhatikan wadah makanan yang dipesan?

Cukup banyak restoran menggunakan tempat makan styrofoam. Lantas adakah bahaya styrofoam untuk wadah makanan?

Styrofoam adalah istilah yang berasal dari merek dagang The Dow Chemical Company. Awalnya, istilah ini merujuk kepada jenis busa polystyrene yang digunakan pada industri bangunan.

Kemudian, istilah ini mengalami perluasan kepada jenis busa polystyrene wadah piring, gelas kopi, kemasan produk makanan. Penggunaan styrofoam semakin populer karena harganya murah. 

Artikel Lainnya: 5 Aktivitas Sehat dan Seru untuk Peringati Hari Bumi

1 dari 4 halaman

Kandungan Styrofoam yang Berbahaya 

Meskipun wadah styrofoam makanan banyak dipakai, beberapa kota, seperti San Fransisco dan Seattle di Amerika Serikat, sudah mulai melarang penggunaannya. Alasannya, styrofoam berpotensi menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan. 

Polystyrene biasa digunakan dalam dua bentuk umum, yakni plastik keras dan foam. Paparan terhadap styrene bisa terjadi di mana saja. Mereka yang umumnya terpapar styrene dalam dosis berbahaya adalah pekerja pabrik.

Namun,  styrene juga terkandung secara alami dalam berbagai bahan makanan, seperti kayu manis, biji kopi, dan stroberi. Itu artinya, hampir semua orang terpapar styrene, meski dalam dosis kecil.

Bagi pekerja pabrik, paparan dosis berbahaya dari styrene biasanya akan menyebabkan rasa pusing dan mual akibat bau yang menyengat. Gejala-gejala tersebut dapat diatasi dengan ventilasi dan menghirup udara yang bersih.

Secara umum styrene aman dalam dosis yang kecil. Paparan styrene yang ada di lingkungan umum biasanya jauh di bawah dosis yang berbahaya. 

Artikel Lainnya: Yang Terjadi pada Tubuh jika Makan Mi Instan Tiap Hari

2 dari 4 halaman

Faktor Penyebab Kontaminasi Makanan

Kontaminasi makanan akibat pemakaian styrofoam dapat terjadi karena faktor-faktor berikut: 

  • Makanan atau Minuman Terlalu Panas 

Tempat makan styrofoam dapat melepaskan toksin styrene ketika terpapar panas. 

  • Minuman Mengandung Alkohol

Alkohol dapat melarutkan monomer styrene pada kemasan styrofoam sehingga lebih mudah mencemari makanan. 

  • Minuman Bersifat Asam seperti Lemon atau Kopi 

Sifat asam juga dapat melarutkan styrofoam dan melepaskan toksin ke aliran darah. 

  • Lama Menyimpan Makanan 

Semakin lama makanan disimpan menggunakan wadah styrofoam, semakin banyak jumlah zat yang dapat berpindah ke makanan.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Makanan Kemasan yang Aman dan Sehat

3 dari 4 halaman

Dampak Kontaminasi dari Styrofoam

Mengingat faktor-faktor di atas, berikut beberapa bahaya styrofoam yang patut diwaspadai: 

  • Styrene diduga merupakan zat yang dapat memicu kanker, baik pada hewan maupun pada manusia. 
  • Paparan styrene dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, saluran napas atas, dan pencernaan.
  • Paparan yang kronis bahkan menghasilkan efek yang lebih parah, yaitu sakit kepala, kelemahan, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan pendengaran. 
  • Proses pembuatan polystyrene melepaskan hidrokarbon berbahaya yang berkontribusi pada polusi udara.

Zat ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada saluran pernapasan seperti mengi, sesak napas, mual, asma, dan bronkitis. 

BPOM pada 2009 mengkaji kemasan polystyrene yang beredar di Indonesia. Hasilnya, polystyrene di Indonesia mengandung residu 10-43 ppm.

Sementara, batas aman residu yang ditetapkan WHO adalah 5000 ppm. Artinya, penggunaan styrofoam di Indonesia untuk makanan masih aman. 

Meski begitu, hindari memanaskan makanan di microwave, jangan pakai styrofoam untuk makanan/minuman panas dan mengandung alkohol untuk mencegah bahaya penggunaan styrofoam di atas. Hal lainnya, jangan memakai wadah ini berulang.

Bahaya styrofoam juga berdampak pada lingkungan. Zat ini sulit sekali diurai sehingga menambah limbah dalam jangka panjang.

Anda disarankan untuk membawa wadah makanan yang bisa dicuci dan digunakan kembali saat ingin membeli makanan dari luar. Pantau selalu informasi seputar nutrisi, penyakit, serta gaya hidup dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

1 Komentar