Sukses

Berbahayakah Mengemas Makanan dengan Styrofoam?

Kemasan makanan styrofoam dianggap berbahaya bagi kesehatan. Baca faktanya di sini.

Anda pasti sering melihat penggunaan styrofoam di sekitar Anda. Baik itu saat membeli elektronik, menyusun dekorasi, atau membeli makanan untuk dibawa pulang. Sebenarnya, apa itu styrofoam dan apa bahaya kemasan makanan yang terbuat dari styrofoam?

Styrofoam, Styrene, dan Polystyrene

Dalam lingkup ilmiah, dikenal styrene dan polystyrene. Styrene adalah cairan bening tak berbau yang merupakan hasil sampingan dari minyak tanah dan gas alami bumi.

Secara struktur kimia, styrene memiliki struktur yang serupa dengan komponen dari aroma kayu manis. Dengan kata lain, styrene juga ditemukan secara alami pada berbagai bahan makanan dan minuman.

Styrene juga merupakan bahan utama berbagai materi manufaktur, seperti polystyrene. Polystyrene inilah yang sering disebut sebagai foam atau styrofoam.

Polystyrene adalah salah satu jenis plastik yang banyak digunakan untuk berbagai produk, seperti kotak CD, casing komputer, peralatan lab, dan kemasan makanan. Polystyrene biasa digunakan dalam dua bentuk umum, yakni plastik keras dan foam.

Keamanan Styrene

Paparan terhadap styrene bisa terjadi di mana saja. Mereka yang umumnya terpapar styrene dalam dosis berbahaya adalah pekerja pabrik. Namun,  karena styrene juga terkandung secara alami dalam berbagai bahan makanan seperti kayu manis, biji kopi, dan stroberi, hampir semua orang terpapar dosis kecil dari styrene.

Pada pekerja pabrik, paparan dosis berbahaya dari styrene biasanya akan menyebabkan rasa pusing dan mual akibat bau yang menyengat. Gejala-gejala tersebut dapat diatasi dengan ventilasi dan menghirup udara yang bersih.

Jadi, amankah styrene? Ya, secara umum styrene aman dalam dosis yang kecil, dan paparan styrene yang ada di lingkungan umum biasanya jauh di bawah dosis yang berbahaya. Lalu, bagaimana dengan styrofoam yang digunakan untuk mengemas makanan?

Kemasan Makanan Polystyrene

Penelitian dilakukan di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang untuk memastikan keamanan polystyrene sebagai kemasan makanan.

Hasilnya: dalam berbagai kondisi, termasuk paparan terhadap suhu panas, polystyrene dalam kemasan makanan berada dalam ambang aman dan sesuai standar baik menurut Food and Drug Administration (FDA) maupun European Scientific Committee on Food.

Hal yang perlu diperhatikan dari kemasan makanan styrofoam justru adalah efeknya terhadap lingkungan. Seperti plastik pada umumnya, styrofoam sulit untuk diuraikan setelah menjadi sampah, yang membuat penumpukan limbahnya dalam jangka panjang akan merugikan untuk alam.

Untuk membantu bumi dan mengurangi penggunaan styrofoam, Anda dapat membawa wadah makanan sendiri jika akan membeli makanan untuk dibawa pulang. Hindari juga menggunakan kemasan sekali pakai untuk sehari-hari di rumah. Gunakan wadah yang bisa Anda cuci dan gunakan lagi. Mari jaga bumi bersama!

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar