Sukses

Selaput Dara dan Tes Keperawanan

Isu tersebut kembali mengemuka setelah berbagai media membicarakan mengenai tes keperawanan terdapat pada proses persyaratan tetap rekrutmen polisi wanita. Menanggapi hal ini kemudian banyak pihak yang bersuara, baik dalam nada yang mendukung ataupun menentang. Lalu bagaimana apabila isu ini dilihat dari kacamata medis? Berikut penjelasan dr. Sophia B. Hage disini.

Isu tentang keperawanan saat ini sedang kembali hangat dibicarakan. Belum luput dari ingatan kita isu tes keperawanan menghangat  akibat usulan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan untuk melakukan tes keperawanan terhadap siswi SMA dan yang sederajat. Kini isu tersebut kembali mengemuka setelah berbagai media membicarakan mengenai tes keperawanan terdapat pada proses persyaratan tetap rekrutmen polisi wanita.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan,  tes kesehatan tersebut bertujuan untuk mempersiapakan para calon anggota untuk menjadi personil Polri yang handal nantinya. Menanggapi hal ini kemudian banyak pihak yang bersuara, baik dalam nada yang mendukung ataupun menentang.

Lalu bagaimana apabila isu ini dilihat dari kacamata medis? Berikut penjelasannya:

Istilah perawan secara umum dikaitkan erat dengan adanya selaput dara yang intak pada perempuan yang bersangkutan. Selaput dara atau dalam dunia medis disebut hymen adalah membran atau selaput yang terletak di pembukaan vagina atau bagian tepi bawah vagina.

1 dari 3 halaman

Selaput Dara dan Tes Keperawanan

Selaput dara dapat tipis atau tebal. Ketika seseorang melakukan hubungan seks, masuknya penis ke dalam liang vagina dapat merobek selaput dara. Hal ini yang kemudian dalam masyarakat dikenal dengan hilangnya keperawanan. Akan tetapi, sebuah penelitian menyebutkan bahwa tidak semua perempuan dilahirkan dengan selaput dara. Pada kasus seperti ini tentunya definisi perawan tidak dapat ditentukan berdasarkan ada atau tidak selaput dara.

Selain itu, ada juga penelitian yang menemukan bahwa selaput dara seorang perempuan dapat robek akibat aktivitas yang tidak terkait dengan hubungan seks seperti olahraga berkuda atau kecelakaan yang mengakibatkan cedera di daerah pinggul. Melihat hal ini, definisi perawan berdasarkan intaknya selaput dara tentu menjadi dipertanyakan konteksnya sebab tidak selalu robeknya selaput dara tersebut disebabkan oleh adanya aktivitas seksual.

Bagaimana bentuk keperawanan terpantau dari aspek medis?

Secara struktur, selaput dara perempuan seringkali dianggap sebagai selaput yang utuh tidak berlubang yang terletak di mulut vagina perempuan. Padahal struktur selaput dara sebenarnya sangat variatif dan karena letaknya yang agak masuk ke dalam vagina, seringali tidak terlihat dari luar. Oleh sebab itu, untuk melihat adanya selaput dara, bibir vagina atau di dunia medis disebut sebagai vulva harus dibuka dan juga dapat dilakukan pemeriksaan dalam.  

Variasi bentuk selaput dara bermacam-macam, ada yang seperti bulan sabit atau selaput bundar yang berlubang atau seperti setengah lingkaran. Pada beberapa kasus, struktur selaput dara dapat sangat tebal sehingga ketika hendak melakukan hubungan seksual, selaput dara tidak dapat robek dan menyebabkan nyeri. Selaput dara yang sifatnya seperti ini dapat membutuhkan prosedur medis supaya dapat dirobek dengan baik.

Di lain pihak, karena adanya harapan yang ditetapkan pada seorang perempuan untuk memiliki selaput dara saat menikah, saat ini tersedia sebuah prosedur operasi yang bertujuan mengembalikan kondisi selaput dara hingga kembali intak. Tindakan untuk merestorasi selaput dara ini di dunia medis disebut dengan nama hymenoplasty.

Bagaimanakah hymenoplasty dapat 'mengembalikan' keperawanan? Berikut penjelasannya:

2 dari 3 halaman

Selaput Dara dan Tes Keperawanan

Hymenoplasty melibatkan tindakan menimbulkan adanya selaput di dalam liang vagina sehingga terlihat seperti selaput dara yang intak. Apabila dilakukan dengan benar, penampakan selaput buatan ini tidak ada bedanya dengan selaput dara. Operasi ini biasanya dilakukan oleh seorang dokter spesialis bedah plastik dan tidak jarang memerlukan biaya yang cukup besar.

Tentunya dalam kasus ini, berarti dapat terjadi kondisi dimana seorang perempuan sebenarnya sudah melakukan hubungan seksual tetapi karena adanya selaput buatan tersebut maka dapat dikatakan perawan menurut definisi yang dipakai oleh masyarakat terkait adanya selaput dara.

Setelah mengetahui sedikit lebih dalam mengenai selaput dara, wacana pelaksanaan tes keperawanan ini tentunya dapat dinilai secara lebih obyektif, bukan?

0 Komentar

Belum ada komentar