Sukses

Benarkah Ekstrak Cacing Dapat Sembuhkan Tifus?

Konon, tifus dapat disembuhkan dengan estrak cacing. Yuk, cari tahu yang sebnarnya di sini.

Tifus adalah salah satu penyakit yang tergolong sering menyerang masyarakat Indonesia. Saat terjadi, banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit ini dapat disembuhkan dengan estrak cacing.

Demam tifoid atau yang lebih dikenal sebagai penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella thypii dan parathypii. Penyakit ini berhubungan erat dengan kebersihan/sanitasi, karena dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Tifus disebutkan dapat menyebabkan kematian akibat infeksi yang menyebar, pneumonia, perdarahan dan kebocoran saluran cerna. Tak pandang bulu, penyakit ini dapat menyerang anak-anak hingga lanjut usia.

Pengobatan medis yang selama ini digunakan untuk menangani tifus adalah dengan menggunakan antibiotik untuk membunuh bakteri Salmonella. Selain itu, dibutuhkan juga pengobatan pendukung, seperti tirah baring atau istirahat total (bedrest), perbanyak konsumsi cairan dan makanan bergizi.

Jika mendapat antibiotik yang tepat, maka dalam 1-2 hari sudah akan terlihat perubahan kondisi pada pasien. Biasanya pasien baru akan sembuh dalam kurun waktu 7-10 hari.

Lantas, bagaimana dengan ekstrak cacing? Di Indonesia, ekstrak cacing telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Tapi sebenarnya bukan hanya Indonesia saja. Negara lain –seperti Cina, Korea dan beberapa negara Asia lainnya– juga kerap menggunakannya.

Di banyak Negara tersebut, cacing tanah Lumbricus sp. dipercaya dapat mengatasi demam. Namun hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang menunjukan adanya manfaat dari ekstrak cacing untuk mengatasi tifus.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Septianda .dkk dari Departemen Mikrobiologi dan Farmakologi Universitas Airlangga. Hasilnya  menyatakan bahwa hingga konsentrasi 3200 mg/ml, Lumbricus sp. tidak menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Salmonella thypii.

Hal ini senada dengan penelitian lain yang dilakukan oleh Purwitanto . dkk dan dipublikasikan di Journal of Indonesian Medical Association pada tahun 2013. Hasilnya, penambahan ekstrak cacing Lumbricus sp. pada pasien yang diberikan antibiotik siprofloksasin tidak memberikan efek bermakna terhadap kesembuhan pasien.

Jadi bisa dikatakan bahwa ekstrak cacing tidak memiliki manfaat bermakna dalam mengobati penyakit tifus. Karena itu, jika Anda mengalami tifus, berkonsultasilah dengan dokter dan ikuti setiap anjuran pengobatan yang disarankan.

(NB/RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar