Sukses

Cerita Tentang Devan, Wanita yang Lahir Tanpa Vagina

Lahir tanpa vagina? Tentu tak ada wanita yang menginginkannya. Tapi saat nasib berkata lain, dapatkah wanita tersebut hidup normal dan memiliki anak?

Kisah Devan Merck, wanita asal Georgia, Amerika Serikat ini sempat mengagetkan media massa. Bagimana tidak? Devan terlahir tanpa vagina. Namun, wanita ini sekarang sudah menikah dan sedang berusaha untuk memiliki anak. Loh, kok bisa?

Lahir tanpa vagina merupakan salah satu cacat bawaan atau kelainan bawaan. Dalam bahasa medis, kelainan ini dikenal dengan sebutan kelainan kongenital. Kelainan kongenital terjadi saat pertumbuhan struktur bayi.

Kondisi ini bermula sejak awal kehidupan setelah sperma membuahi ovum dan menjadi sel telur. Namun sebenarnya cacat bawaan dapat dideteksi sejak dari kandungan, saat lahir bahkan beberapa tahun setelah kelahiran.

Secara ilmiah, lahir tanpa vagina atau vagina agenesis adalah salah satu bentuk dari mullerian agenesis. Kondisi ini juga sering disebut sebagai sindrom Mayer–Rokitansky–Küster–Hauser (MRKH).

Anda bingung? Baiklah, akan kami jelaskan lebih lanjut. Pada dasarnya, rahim dan vagina terbentuk dari duktus mulleri pada bulan ke-3 sampai ke-6 dalam kandungan. Sindrom MRKH terjadi karena kegagalan pertumbuhan dari duktus mulleri.

Akibat kegagalan tersebut dapat terjadi beberapa kelainan. Misalnya kelainan pada vagina. Saluran vagina dapat tidak terbentuk sama sekali atau memendek.

Selain itu juga bisa terjadi kelainan pada rahim. Rahim dapat terbentuk dengan adanya sisa garis ditengah atau menjadi 2 rahim yang terpisah seperti tanduk (uterine horn) dengan atau tanpa rongga rahim.

Sebenarnya angka kejadian lahir tanpa vagina cukup jarang. Kejadian ini hanya dijumpai pada 1 dari 4000-5000 anak perempuan yang baru lahir. Risiko terjadinya fenomena ini tidak akan meningkat apabila Anda memiliki saudara yang terkena sindrom MRKH.

Fenomena ini memang terjadi saat lahir, namun sering kali baru diketahui di usia remaja –saat mereka tidak mengalami haid. Penderitanya terlihat normal –dinilai dari tinggi badan, alat kelamin luar (vulva, labia mayor, labia minor, dan klitoris). Begitu juga karakter fisik setelah pubertas, seperti pertumbuhan payudara dan rambut di sekitar kemaluan.

Pembentukan saluran vagina pada penderita sindrom MRKH dapat dilakukan dengan prosedur operasi. Walaupun masih diperlukan terapi psikologis dan latihan dengan menggunakan vaginal dilator sebelum berhubungan dengan pasangan.

Kehamilan pada penderita yang tidak memiliki rahim masih mustahil untuk saat ini. Namun, dengan ovarium yang normal, mempunyai keturunan dapat dibantu dengan prosedur bayi tabung.

Bagaimana dengan prosedur transplantasi rahim? Prosedur ini masih dalam penelitian. Meski demikian sudah ada contoh keberhasilan lahirnya seorang bayi yang sehat dari hasil transplantasi rahim.

Sesungguhnya dibutuhkan pemeriksaan yang teliti dan secara menyeluruh pada seorang penderita sindrom MRKH. Meski demikian, memiliki keturunan bagi penderita MRKH –termasuk mereka yang tidak memiliki vagina seperti Devan Merck, bukanlah hal yang mustahil.

(RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar