Sukses

Benarkah Warga Perkotaan Lebih Sulit Hamil?

Ada pendapat yang mengatakan bahwa warga perkotaan lebih sulit hamil dibandingkan warga yang tinggal di pedesaan. Apakah ini betul atau hanya sekadar mitos?

Seiring dengan meningkatnya perkembangan dunia, jumlah masyarakat yang memilih untuk tinggal di daerah perkotaan semakin meningkat. Ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap hal ini, di antaranya prospek peningkatan jenjang karier yang lebih baik, suasana yang lebih ramai, dan fasilitas yang lebih memadai.

Bersamaan dengan itu, semakin banyak masyarakat usia reproduktif (20-35 tahun) yang memilih untuk mengutamakan pendidikan dan karier. Hal ini dapat juga diartikan bahwa semakin banyak masyarakat yang ingin menunda kehamilan bila sudah mendapatkan kestabilan karier dan pekerjaan.

Usia merupakan salah satu faktor penentu kesuburan. Para pakar mengatakan bahwa kesuburan wanita akan mulai menurun sejak usia menjelang 30 tahun, dan mengalami penurunan yang lebih drastis setelah usia 35 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, kualitas dan jumlah sel telur juga akan mengalami penurunan.

Perlu diketahui juga bahwa sulit hamil dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dibagi menjadi faktor pasangan wanita, faktor pasangan pria, faktor keduanya, atau tidak diketahui. Dengan berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui faktor tersebut dan menentukan penanganan yang paling sesuai.

Jadi, apakah betul warga perkotaan sulit hamil? Persepsi bahwa warga perkotaan sulit hamil merupakan hal yang kurang tepat. Seperti yang sudah disampaikan, tingkat kesulitan untuk hamil berbeda-beda pada setiap orang, karena bergantung pada kondisi fisik dari masing-masing individu.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar